Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutai Kartanegara (Disdamkar Matan Kukar) Fida Hurasani mengatakan, setelah manerima laporan pihaknya langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan proses pemadaman.
"Kondisi di lapangan memang padat dan akses sempit. Tapi karena pasokan air aman, kami bisa melakukan pemadaman secara nonstop. Kami kerahkan unit maksimal yang ada di Tenggarong, total ada tujuh unit tangki air dan satu unit penyelamatan," kata Fida Hurasani.
Terkait adanya korban jiwa, Fida menegaskan, pihaknya langsung membentuk tim khusus beranggotakan empat hingga lima personel untuk menyisir seluruh lokasi kebakaran guna memberikan kepastian informasi kepada masyarakat.
Berdasarkan hasil penelusuran media ini di lokasi kejadian, dua anak yang terkurung dalam kobaran api ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Parikesit, Kecamatan Tenggarong Seberang.
Hingga saat ini, jumlah rumah yang hangus terbakar diperkirakan sekitar 10 unit lebih.
"Belum bisa dipastikan, masih terus melakukan pendataan valid mengenai total bangunan serta kendaraan yang terdampak," ungkap Fida.
Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tenggarong Isnaniah yang meninjau langsung tempat kejadian perkara (TKP), menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesiapsiagaan tim pemadam kebakaran dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan isu-isu liar yang belum dipastikan kebenarannya.
Petugas pemadam kebakaran sendiri masih menyiagakan unit di lokasi kejadian hingga pagi hari untuk melakukan proses pendinginan.
Langkah krusial ini diambil guna memastikan tidak ada lagi titik panas yang tersisa, mengingat karakteristik area Gang Karya yang padat penduduk sangat rentan memicu api kembali berkobar.
"Saya sudah koordinasi dengan lurah dan RT untuk memastikan data berapa RT, rumah terbakar dan terdampak serta korban, posko juga langsung didirikan di lokasi kejadian," pungkasnya.
Editor: Aspian Nur
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutai Kartanegara (Disdamkar Matan Kukar) Fida Hurasani mengatakan, setelah manerima laporan pihaknya langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan proses pemadaman.
"Kondisi di lapangan memang padat dan akses sempit. Tapi karena pasokan air aman, kami bisa melakukan pemadaman secara nonstop. Kami kerahkan unit maksimal yang ada di Tenggarong, total ada tujuh unit tangki air dan satu unit penyelamatan," kata Fida Hurasani.
Terkait adanya korban jiwa, Fida menegaskan, pihaknya langsung membentuk tim khusus beranggotakan empat hingga lima personel untuk menyisir seluruh lokasi kebakaran guna memberikan kepastian informasi kepada masyarakat.
Berdasarkan hasil penelusuran media ini di lokasi kejadian, dua anak yang terkurung dalam kobaran api ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Parikesit, Kecamatan Tenggarong Seberang.
Hingga saat ini, jumlah rumah yang hangus terbakar diperkirakan sekitar 10 unit lebih.
"Belum bisa dipastikan, masih terus melakukan pendataan valid mengenai total bangunan serta kendaraan yang terdampak," ungkap Fida.
Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tenggarong Isnaniah yang meninjau langsung tempat kejadian perkara (TKP), menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesiapsiagaan tim pemadam kebakaran dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan isu-isu liar yang belum dipastikan kebenarannya.
Petugas pemadam kebakaran sendiri masih menyiagakan unit di lokasi kejadian hingga pagi hari untuk melakukan proses pendinginan.
Langkah krusial ini diambil guna memastikan tidak ada lagi titik panas yang tersisa, mengingat karakteristik area Gang Karya yang padat penduduk sangat rentan memicu api kembali berkobar.
"Saya sudah koordinasi dengan lurah dan RT untuk memastikan data berapa RT, rumah terbakar dan terdampak serta korban, posko juga langsung didirikan di lokasi kejadian," pungkasnya.
Editor: Aspian Nur