Camat Muara Muntai Mulyadi menjelaskan, berdasarkan laporan dari warga, api berasal dari bangunan rumah yang juga toko baju dan kosmetik. Api dengan cepat membesar karena angin kencang ditambah material bangunan mayoritas berbahan kayu. "Yang terbakar rumah pribadi warga, toko dan kantor Bank BPD Kaltimtara," kata Mulyadi.
Sebelumnya warga yang melihat kejadian itu sempat berupaya untuk melakukan pemadaman dengan alat seadanya, namun api dengan cepat membakar bangunan tersebut. Sembari memadamkan api, warga juga menghubungi petugas penanganan darurat. "Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama jajaran relawan tiba di lokasi kejadian 20 menit setelah kebakaran, mengerahkan armada mesin portabel," sebut Mulyadi lagi.
Proses pemadaman melibatkan berbagai pihak, mulai dari Damkar, gabungan relawan dari Desa Muara Muntai Ulu, Muara Muntai Ilir, Pulau Harapan, Rebaq Rinding, Kayu Batu, dan Desa Batuq, hingga unsur Muspika setempat seperti Koramil, Polsek, Dishub, serta pihak Kecamatan Muara Muntai.
Setelah perjuangan keras selama kurang lebih 2,5 jam, kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 02.35 WITA dini hari. "Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Untuk bangunan yang terbakar ada delapan rumah termasuk fasilitas bank ikut hangus terbakar. Total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp2 Miliar," jelas Mulyadi lagi.
Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Muara Muntai telah mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta menghimpun keterangan dari para saksi. "Dugaan sementara api berasal dari korsleting arus listrik di rumah warga, tapi penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut melalui olah lokasi lanjutan," pungkasnya.
Editor: Aspian Nur