Komitmen tersebut terlihat saat Direktur Teknik Perumda Tirta Mahakam, Abdul Latif, turun langsung meninjau lokasi kebakaran, Kamis (8/10/2026). Kunjungan ini sekaligus untuk memastikan kondisi sambungan rumah pelanggan yang terdampak serta langkah pelayanan yang akan dilakukan perusahaan daerah tersebut.
Abdul Latif mengatakan, sambungan rumah pelanggan yang bangunannya terdampak kebakaran untuk sementara ditutup. Meteran air juga diangkat dan diamankan agar tidak mengalami kerusakan maupun kehilangan selama proses pemulihan berlangsung.
“Dari pelanggan kita yang terdampak musibah kebakaran ini, sambungan rumahnya sementara kita tutup dulu. Meterannya kita angkat dan kita amankan,” kata Abdul Latif didampingi Asisten Manajer Humas dan Protokol Henry Susanto siang tadi.
Menurutnya, penghentian sementara sambungan tersebut bukan berarti pelayanan kepada pelanggan berakhir. Setelah rumah kembali dibangun dan kondisinya memungkinkan, Perumda Tirta Mahakam akan melakukan penyambungan kembali sehingga warga dapat kembali memperoleh layanan air bersih.
“Kalau sudah terbangun lagi, pelanggan kita nanti baru kita sambungkan kembali untuk akses air bersihnya,” ujarnya.
Dalam penanganan tersebut, Perumda Tirta Mahakam juga melakukan penyesuaian terhadap kondisi pelanggan terdampak, termasuk terkait administrasi rekening air.
Abdul Latif menjelaskan, pada periode awal tagihan masih dapat muncul. Namun pada periode berikutnya akan dilakukan penyesuaian atau penggantian sesuai kondisi pelanggan yang terdampak musibah.
“Untuk tagihannya sementara bulan depan masih muncul, tetapi nanti bulan berikutnya sudah diganti,” jelasnya.
Perumda Tirta Mahakam mencatat awalnya terdapat 32 sambungan yang direncanakan untuk ditutup dan meterannya diamankan. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat pelanggan yang masih membutuhkan air untuk keperluan sehari-hari sehingga meminta sambungannya tetap digunakan.
“Awalnya ada 32, tetapi ketika sudah kita cabut ada pelanggan yang masih minta disambungkan dulu untuk kebutuhan mereka. Jadi totalnya ada 30 yang sudah kita cabut,” ungkap Abdul Latif.
Ia menegaskan, perusahaan akan memberikan kemudahan kepada pelanggan terdampak ketika nantinya rumah mereka kembali dibangun.
Dengan langkah tersebut, Perumda Tirta Mahakam berupaya memastikan proses pemulihan warga tidak semakin berat akibat persoalan pelayanan air bersih.
“Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing pelanggan di lokasi kebakaran,” pungkasnya.
Editor: Erwin