Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama yang dipicu kelalaian dalam aktivitas rumah tangga.
Kepala Dinas Damkar Matan Kukar, Fida Hurasani, menegaskan, langkah pencegahan paling efektif berawal dari kesadaran individu di dalam rumah.
“Kita tidak berhenti untuk terus menyampaikan ancaman api di musim kemarau,” kata Fida Hurasani, Rabu (7/10/2026).
Ia tekankan, dua pemicu utama yang kerap menjadi penyebab terjadinya kebakaran yakni kelalaian seperti sektor kelistrikan, penanggung peralatan elektronik yang menumpuk atau melebihi kapasitas beban instalasi sehingga memicu korsleting listrik.
Penggunaan perlengkapan listrik secara teratur dan wajar menjadi kunci keamanan, aktivitas Dapur, kebiasaan meninggalkan kompor yang sedang menyala tanpa pengawasan saat memasak harian menjadi potensi bahaya besar di tengah cuaca panas ekstrem.
“Kita harus terus meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan peralatan listrik secara wajar. Kita menyadari kesadaran masing-masing demi menjaga kewaspadaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, penanganan bahaya kebakaran bukan sekadar tugas personel di lapangan, tetapi juga kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat. Kedisiplinan warga untuk rutin mengecek kabel, stopkontak, dan memastikan kompor padam sempurna setelah digunakan merupakan benteng pertahanan utama.
“Kami harap masyarakat juga ikut saling menjaga kewaspadaan terutama di rumah dan lingkungan permukiman,” tutupnya.
Editor: Erwin