Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian Muhammadiyah Kukar terhadap warga yang tengah menghadapi masa sulit setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat musibah kebakaran.
Penyaluran bantuan dilakukan dengan menyasar kebutuhan dasar warga terdampak. Sembako diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga korban, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama proses pemulihan berlangsung.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kukar Yamin Hadi Firmadi mengatakan, kehadiran Muhammadiyah bersama Lazismu merupakan bagian dari komitmen untuk terus berada di tengah masyarakat, khususnya ketika warga mengalami musibah.
“Kami dari Muhammadiyah dan Lazismu Kukar berupaya hadir untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak kebakaran. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi mudah-mudahan dapat bermanfaat dan memberikan sedikit ketenangan bagi warga,” kata Yamin kepada Korankaltim.com usai penyerahan bantuan.
Musibah kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman Kelurahan Melayu menjadi perhatian bersama. Kondisi warga yang kehilangan tempat tinggal membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, organisasi kemasyarakatan, lembaga sosial maupun masyarakat secara luas.
Yamin berharap bantuan yang disalurkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membantu warga melewati masa pemulihan. “Yang paling penting adalah bagaimana kita tidak membiarkan warga menghadapi musibah ini sendirian. Semangat gotong royong dan kepedulian harus terus kita kuatkan,” ucap Yamin.
Masyarakat yang memiliki kemampuan diajak untuk turut mengambil bagian dalam membantu korban kebakaran. Menurutnya, dukungan sekecil apa pun akan berarti bagi keluarga yang sedang berusaha kembali menata kehidupannya.
Kehadiran PDM Kukar dan Lazismu dalam penyaluran bantuan tersebut sekaligus memperlihatkan peran organisasi kemasyarakatan dalam mendukung penanganan persoalan sosial di tengah masyarakat.
Muhammadiyah melalui berbagai unsur dan lembaganya berkomitmen agar gerakan sosial tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Dari gerakan sosial ini, Muhammadiyah Kukar berharap semangat kebersamaan terus tumbuh sehingga proses pemulihan warga dapat berjalan lebih kuat dan mereka kembali memiliki harapan untuk bangkit serta menata kehidupan setelah bencana,” pungkas Yamin.
Editor: Aspian Nur