Pihak kelurahan kini fokus pada penanganan darurat sekaligus merampungkan pendataan bangunan yang terdampak kebakaran.
Lurah Melayu, Muhammad Hafidz, mengatakan, berdasarkan pendataan sementara terdapat sekitar 50 bangunan yang hangus terbakar. Bangunan tersebut meliputi rumah warga, kontrakan hingga indekos.
“Untuk data sore ini ada sekitar 67 KK atau 207 jiwa, data 50 bangunan belum pasti, bisa jadi bertambah,” kata Hafiz, Selasa (6/10/2026).
Ia menegaskan, pendataan terkait bangunan yang hangus akibat kejadian tersebut masih terus berlangsung.
Untuk menampung ratusan korban yang telah kehilangan tempat tinggal, Kelurahan Melayu bekerja sama dengan Muhammadiyah, mereka mengaktifkan sebanyak tiga posko darurat, yakni ruang Masjid dan TK Muhammadiyah serta Klinik Safe House.
Hafiz mengungkapkan, pusat pelayanan informasi dan pemenuhan kebutuhan dasar kini dipusatkan di RT 03 dengan mengaktifkan empat posko utama, yang terdiri dari posko logistik dan penyebaran informasi, posko unsur Basarnas, posko Asy-Syauki, serta posko relawan lainnya.
“Dapur umum kita akan tetap beroperasi aktif selama beberapa hari kedepan, kita salurkan makanan siap santap sebanyak tiga kali sehari bagi seluruh korban dan relawan,” ungkapnya.
Terkait penyebab kebakaran, Hafidz mengatakan, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber awal munculnya api.
“Lokasi penyelidikan sudah di pasang police line oleh pihak kepolisian di titik awal kebakaran yang berada di tengah permukiman,” tegasnya.
Hafidz juga memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam kebakaran tersebut. Ia menyebut informasi mengenai warga yang dilarikan ke fasilitas kesehatan berkaitan dengan warga maupun relawan yang mengalami kelelahan saat proses penanganan kebakaran.
Editor: Erwin