Angka itu dicatat dari alat pendeteksi yang ada di kawasan Balikpapan Baru, sementara itu untuk di titik ke dua yaitu di kawasan Sepinggan pada jam yang sama mencapai 157 dengan simbol berwarna kuning yang mengartikan kualitas udara sedang tidak sehat.
Sementara untuk siang hari indeks itu hanya menurun sedikit. Pada pukul 13.00 WITA di Balikpapan Baru mencapai angka 166, sementara itu di Sepinggan mencapai angka 151.
Meskipun demikian, untuk visibilitas atau jarak pandang di Balikpapan tidak seburuk dua hari yang lalu. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, jarak pandang hari ini sedikit meningkat.
"Dari catatan kami pukul 10.00 jarak pandang itu berkisar 2,5 kilometer," sebut Kepala BMKG Stasiun SAMS Balikpapan, Djoko Sumardiono kepada Korankaltim.com hari ini.
Jumlah itu cukup baik bila dibandingkan dua hari sebelumnya yang hanya berjarak 1 hingga 1,8 kilometer pada jam yang sama. Kendati demikian, memang pada dua hari yang lalu itu, kondisi diperparah dengan hujan yang mengguyur Kota Minyak.
"Jarak Pandang kemudian terus meningkat, pada jam 11.00 WITA 2,5 Kilometer, jam 12.00 WITA sekita 2,8 Kilometer dan jam 12.30 WITA sekitat 3 Kilometer," paparnya.
BMKG juga menegaskan visibilitas ini turut menjadi gambaran untuk kualitas udara di kota minyak. Bila biasanya kabut itu hanya pada pagi hari, saat ini sudah sepanjang waktu. "Artinya kualitas udara memang sedang tidak baik," ungkapnya.
Jerebu atau asap ini merupakan dampak dari sejumlah kebakaran yang terjadi baik di sekitar atau penyangga Balikpapan. Kondisi ini di perparah dengan kiriman asap dari wilayah seperti di Kalimantan Tengah dan Selatan.
"Ada perubahan arah angin sehingga juga membawa asap dari wilayah lain ke sini," jelas Djoko.
Untuk itu BMKG juga menyarankan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menggunakan masker jika beraktifitas di luar ruangan.
Editor: Aspian Nur
Angka itu dicatat dari alat pendeteksi yang ada di kawasan Balikpapan Baru, sementara itu untuk di titik ke dua yaitu di kawasan Sepinggan pada jam yang sama mencapai 157 dengan simbol berwarna kuning yang mengartikan kualitas udara sedang tidak sehat.
Sementara untuk siang hari indeks itu hanya menurun sedikit. Pada pukul 13.00 WITA di Balikpapan Baru mencapai angka 166, sementara itu di Sepinggan mencapai angka 151.
Meskipun demikian, untuk visibilitas atau jarak pandang di Balikpapan tidak seburuk dua hari yang lalu. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, jarak pandang hari ini sedikit meningkat.
"Dari catatan kami pukul 10.00 jarak pandang itu berkisar 2,5 kilometer," sebut Kepala BMKG Stasiun SAMS Balikpapan, Djoko Sumardiono kepada Korankaltim.com hari ini.
Jumlah itu cukup baik bila dibandingkan dua hari sebelumnya yang hanya berjarak 1 hingga 1,8 kilometer pada jam yang sama. Kendati demikian, memang pada dua hari yang lalu itu, kondisi diperparah dengan hujan yang mengguyur Kota Minyak.
"Jarak Pandang kemudian terus meningkat, pada jam 11.00 WITA 2,5 Kilometer, jam 12.00 WITA sekita 2,8 Kilometer dan jam 12.30 WITA sekitat 3 Kilometer," paparnya.
BMKG juga menegaskan visibilitas ini turut menjadi gambaran untuk kualitas udara di kota minyak. Bila biasanya kabut itu hanya pada pagi hari, saat ini sudah sepanjang waktu. "Artinya kualitas udara memang sedang tidak baik," ungkapnya.
Jerebu atau asap ini merupakan dampak dari sejumlah kebakaran yang terjadi baik di sekitar atau penyangga Balikpapan. Kondisi ini di perparah dengan kiriman asap dari wilayah seperti di Kalimantan Tengah dan Selatan.
"Ada perubahan arah angin sehingga juga membawa asap dari wilayah lain ke sini," jelas Djoko.
Untuk itu BMKG juga menyarankan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menggunakan masker jika beraktifitas di luar ruangan.
Editor: Aspian Nur