Minggu, 23/08/2026
Minggu, 23/08/2026
Petugas tengah memasukan haram jenis NAcL ke dalam pesawat. (Foto: Januar/Korankaltim.com)
Minggu, 23/08/2026

Petugas tengah memasukan haram jenis NAcL ke dalam pesawat. (Foto: Januar/Korankaltim.com)
Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) akhirnya digelar di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (22/8/2026). Sebanyak 800 kilogram garam jenis natrium klorida (NaCl) disemai dari udara untuk memicu pertumbuhan awan hujan.
Pelaksanaan operasi tersebut tidak berlangsung mudah. Meski bahan semai telah dimuat (loading) ke pesawat Casa C-212 sejak pagi, penerbangan baru dilakukan sekitar pukul 16.15 Wita karena minimnya awan yang berpotensi menghasilkan hujan.
Pesawat kemudian lepas landas dari landasan pacu Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan sekitar 10 menit setelah persiapan penerbangan dan langsung menuju wilayah sekitar IKN.
Pilot in Command Cassa C-212 seri 2015, Lettu Pnb Edwin Aldrin, mengatakan, pesawat harus mengudara hingga menyentuh 10 ribu kaki di bawah permukaan laut atau sekitar 8 hingga 9 ribu kaki.
“Awan potensial hujan ini baru kami temukan dengan ketinggian segitu,” ujarnya setelah mengudara.
Meskipun demikian, dia memastikan seluruh proses dapat berjalan dengan baik, di mana garam itu juga tidak hanya disemai di satu titik namun di sejumlah titik lainnya dengan jarak sekitar 10 hingga 20 mil dari IKN.
Pasca berhasilnya penerbangan pertama tersebut, tim langsung berkoordinasi baik dengan Lanud Dhomber, BMKG hingga OIKN dengan rencana langsung digeber penyemaian kembali di hari yang sama. Kendati demikian angin yang cukup kencang membuat awan kembali bergeser.
“Maka penyemaian akan dilanjutkan besok,” ujarnya.
Sementara itu, Stafsus Kepala OIKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Sumadilaga mengatakan wilayah penyemaian berada di sekitar 20 hingga 30 mil di bagian utara IKN.
Area tersebut berkaitan dengan sejumlah daerah aliran sungai (DAS), termasuk kawasan Sungai Tengin dan Sungai Sepaku.
“Sekarang 800 kilogram garam sudah ditabur. Ikhtiar sudah kita lakukan. Besok insya Allah kita lanjutkan lagi,” kata Danis.
Menurut Danis, OMC dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan curah hujan di kawasan IKN dan sekitarnya. Tambahan hujan diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air pada embung, intake, dan berbagai kolam penampungan yang ada di kawasan tersebut.
“Tujuannya kita mencoba mengundang hujan agar kita bisa mengisi air di embung, di intake, di embung-embung, semua kolam-kolam yang ada di area IKN dan sekitar,” ujarnya.
Diketahui, operasi modifikasi cuaca tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 22 hingga 27 Agustus 2026. Pelaksanaan OMC akan menyesuaikan kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi syarat untuk dilakukan penyemaian.
Editor: Erwin
Minggu, 23/08/2026
Petugas tengah memasukan haram jenis NAcL ke dalam pesawat. (Foto: Januar/Korankaltim.com)
TERPOPULER