Senin, 17/08/2026
Senin, 17/08/2026
Harnawati saat membawa bendera pusaka untuk di kibarkan dalam rangka HUT ke-81 RI tingkat Kabupaten. (Foto: Zulhamri/korankaltim.com)
Senin, 17/08/2026

Harnawati saat membawa bendera pusaka untuk di kibarkan dalam rangka HUT ke-81 RI tingkat Kabupaten. (Foto: Zulhamri/korankaltim.com)
Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tingkat kabupaten digelar di Halaman Kantor Bupati Kawasan Perkantoran Bukit Pelangi Sangatta Senin (17/8/2026) pagi tadi.
Dan itu jadi momen bersejarah bagi Harnawati yang bertugas sebagai pembawa bendera dan tergabung dalam pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka).
Siswi asal SMK Negeri 1 Kongbeng Sangatta itu dipercaya menjadi petugas salam bagian penting saat prosesi pengibaran Sang Merah Putih berlangsung.
Harnawati merupakan putri pasangan Bongga Palulun dan Dinawati. Lahir pada 2009, ia mendapat kepercayaan tersebut setelah melalui proses panjang, mulai dari latihan fisik, kedisiplinan, pembentukan kekompakan hingga pembinaan mental.
Bagi Harnawati, kepercayaan tersebut menjadi sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar. Ia mengaku sempat merasa takut ketika mengetahui dirinya dipilih untuk mengemban tugas dalam upacara kenegaraan tersebut.
“Awalnya saya merasa takut dan benar-benar tidak menyangka bisa terpilih. Tapi selama latihan karakter terus dibentuk, bukan hanya secara fisik tetapi juga mental," ujar Harnawati usai bertugas kepada Korankaltim.com pagi tadi..
Rangkaian latihan yang dijalani memberikan banyak pelajaran bagi gadis berusia 17 tahun itu. Tekanan selama latihan justru membuat dirinya dan anggota pasukan lainnya belajar mengendalikan rasa gugup serta tetap fokus ketika menjalankan tugas.
"Belajar disiplin menghadapi tekanan, menjaga kekompakan.dan bertanggung jawab terhadap tugas,” ujar Harnawati lagi.
Dari latihan dirinya belajar untuk tetap tenang ketika berada dalam situasi yang membuat gugup. Selama latihan juga diajarkan untuk saling mendukung dan tidak mudah menyerah ketika merasa lelah atau menghadapi kesulitan.
Kepercayaan menjadi pembawa bendera menjadi pengalaman yang tidak akan mudah dilupakan. Dibalik langkah tegap dan sikap sempurna yang ditampilkan, tersimpan rasa bangga karena dapat mengambil bagian dalam momen sakral untuk mengenang perjuangan para pahlawan.
"Sangat bangga saya bisa ikut dalam menjalankan tugas. Saya merasa mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mendapatkan pengalaman berharga,” ungkapnya.
Namun diakuinya, pencapaian tersebut tidak datang secara instan. Ada proses panjang yang harus dilalui, mulai dari latihan berulang, rasa lelah, tekanan dan keharusan untuk kembali bangkit ketika menghadapi kesulitan.
“Pengalaman ini membuktikan sesuatu yang kita capai pasti ada prosesnya. Tidak selalu mudah ada rasa capek dan takut. Tetapi semuanya harus dijalani,” papar Harnawati lagi.
Pengalaman tersebut juga menjadi motivasi untuk mengajak generasi muda agar tidak takut mencoba sesuatu yang baru. Ia menilai keberanian mengambil kesempatan menjadi salah satu kunci untuk mengembangkan diri.
"Kalau ada kesempatan dan kepercayaan yang diberikan, jangan disia-siakan. Jalani dengan sungguh-sungguh, disiplin dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur
Senin, 17/08/2026
Harnawati saat membawa bendera pusaka untuk di kibarkan dalam rangka HUT ke-81 RI tingkat Kabupaten. (Foto: Zulhamri/korankaltim.com)
TERPOPULER