Selasa, 11/08/2026
Selasa, 11/08/2026
Asap tebal akibat kebakaran hutan di Bukit Soeharto, Kecamatan Samboja. (Dok.Tangkapan layar)
Selasa, 11/08/2026

Asap tebal akibat kebakaran hutan di Bukit Soeharto, Kecamatan Samboja. (Dok.Tangkapan layar)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) yang melanda sejumlah titik di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memicu ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat pun secara tegas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk kepulan asap karena penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kini mengintai seiring memburuknya kualitas udara.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinkes Kukar Waode Nuraida menjelaskan, asap kebakaran mengandung campuran gas beracun yang mana komponen berbahaya tersebut mulai dari karbon dioksida hasil pembakaran kayu hingga material plastik. Namun ancaman terbesar yang paling mematikan warga di sekitar lokasi adalah paparan hawa panas dari asap itu sendiri.
"Asap yang masuk lewat inhalasi atau saluran pernapasan itu sangat berbahaya. Selain karena penuh karbon dioksida, hawa panas dari asap tersebut berisiko tinggi merusak jaringan dinding saluran pernapasan secara langsung," kata Waode, Selasa (11/8/2026).
Dampak dari paparan asap ini diyakini akan jauh lebih fatal bagi kelompok rentan serta warga yang memiliki riwayat medis paru-paru kronis.
"Orangtua atau lansia dan warga yang punya penyakit penyerta seperti asma akan jauh lebih peka dan sensitif. Mereka harus menjadi prioritas utama untuk segera dievakuasi dan diselamatkan dari lokasi kebakaran," tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi cepat saat menghadapi kepulan asap di lapangan, Dinkes Kukar membagikan tips penanganan pertama yang bisa dilakukan secara mandiri oleh masyarakat seperti menggunakan media basah dengan menggunakan kain, pakaian atau tisu, lalu basahi dengan air, kemudian gunakan media basah tersebut sebagai masker darurat untuk menghalau hawa panas.
"Gunakan kain basah agar partikel berbahaya tidak terhirup langsung ke paru-paru," ucap Waode lagi. Masyarakat juga diimbau untuk berlari menjauh dari sumber api demi mendapatkan oksigen bersih.
Terkait kondisi di lapangan, Waode menyebutkan hingga kini tidak ada laporan warga yang masuk rumah sakit akibat menghirup asap dari Karhutla, namun, terdapat dua korban yang sempat dilarikan ke rumah sakit akibat insiden kebakaran yang terjadi di Jalan Ruan. Korban dilaporkan mengalami pernapasan serius atau trauma inhalasi.
"Terkait dengan laporan warga terhirup asap kebakaran hutan belum ada, kalau laporan warga yang masuk ke rumah sakit kemaren karena dampak dari kebakaran di Jalan Ruwan, Tenggarong. Alhamdulillah semua sudah ditangani dengan cepat dan baik oleh tim medis, kondisi saat ini aman," ungkapnya.
Warga Kukar diwajibkan untuk selalu menggunakan masker medis atau masker kain berlapis saat beraktivitas di luar ruangan demi meminimalisir risiko ISPA selama situasi darurat kabut asap akibat Karhutla ini berlangsung.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 11/08/2026
Asap tebal akibat kebakaran hutan di Bukit Soeharto, Kecamatan Samboja. (Dok.Tangkapan layar)
TERPOPULER