Kamis, 13/08/2026
Kamis, 13/08/2026
Suasana pemadaman karhutla yang dilakukan oleh Instansi teknis di Kota Samarinda. (Foto: Dok.Pusdalops BPBD Samarinda)
Kamis, 13/08/2026

Suasana pemadaman karhutla yang dilakukan oleh Instansi teknis di Kota Samarinda. (Foto: Dok.Pusdalops BPBD Samarinda)
Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim mencatat, sepanjang bulan Januari hingga Agustus 2026 sudah terjadi sebanyak 242 kejadian kebakaran hutan, lahan dan kebun (karhutla).
Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan menyampaikan, dari total jumlah tersebut, sekitar 118 kejadian terjadi hanya dalam periode Agustus. Dia mengatakan, berdasarkan dara kejadian karhutla sepanjang tahun paling banyak tercatat di Kabupaten Kutai Barat sebanyak 40 kejadian, Kabupaten Paser 39 kejadian dan Kota Samarinda 39 kejadian.
"Sementara khusus di bulan Agustus, Paser menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 31 kasus. Disusul Kutai Barat 20 kasus, Berau 17 kasus, dan Samarinda 13 kasus," ujar Buyung.
Dari sisi luasan, Kabupaten Kutai Barat menjadi wilayah yang paling terdampak. Total kawasan yang terbakar di daerah tersebut mencapai sekitar 226 hektare, terdiri dari 193 hektare lahan, 30 hektare hutan, dan 3 hektare kebun.
“Untuk luasnya, yang paling besar ada di Kutai Barat, itu terdiri dari kebakaran lahan, hutan dan kebun,” ucapanya.
Walaupun begitu Buyung menyebut, data tersebut masih akan disinkronisasi dengan instansi terkait, khususnya sektor perkebunan dan kehutanan. Langkah itu dilakukan guna memastikan data kejadian dan luasan karhutla yang dihimpun BPBD lebih akurat.
Di sisi lain, Buyung mengakui dalam penanganan karhutla masih menghadapi kendala akses.
"Sejumlah titik kebakaran berada jauh dari permukiman dan sulit dijangkau kendaraan pemadam, terutama di wilayah dengan bentang geografis luas seperti Berau dan Kutai Barat," katanya.
Meski setiap kabupaten/kota telah memiliki BPBD, kendaraan pemadam, serta tim yang melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA), dan pemadam kebakaran di tingkat kecamatan, kondisi medan menjadi tantangan tersendiri.
“Memang sampai saat ini kendalanya adalah luas wilayah. Kita hanya bisa memantau dan menerima laporan dari BPBD kabupaten/kota, kemudian melihat apakah bisa ditangani atau tidak,” tuturnya.
Editor: Aspian Nur
Kamis, 13/08/2026
Suasana pemadaman karhutla yang dilakukan oleh Instansi teknis di Kota Samarinda. (Foto: Dok.Pusdalops BPBD Samarinda)
TERPOPULER