Sabtu, 15/08/2026
Sabtu, 15/08/2026
Lokasi jalan yang lumpuh total di Dusun Margasari, Kecamatan Loa Kulu sudah di pasang garis polisi. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
Sabtu, 15/08/2026

Lokasi jalan yang lumpuh total di Dusun Margasari, Kecamatan Loa Kulu sudah di pasang garis polisi. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Ancaman tanah longsor susulan masih mengintai kawasan Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Suara dari area longsor yang mengakibatkan rumah warga retak masih terdengar, membuat situasi di lokasi belum sepenuhnya aman.
Merespons kondisi darurat ini, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mengimbau kepada warga di area terdampak untuk segera mengosongkan rumah, terutama pada malam hari.
Langkah ini diambil guna menghindari jatuhnya korban jiwa akibat pergerakan atau penurunan tanah yang tidak terawasi dalam kegelapan. Pemerintah Kabupaten Kukar telah bergerak mengamankan warga di zona merah itu. Pengungsian sementara ini sangat krusial karena pergerakan tanah masih terus diwaspadai saat malam hari. Warga dilarang tidur di dalam rumah yang berada di zona rawan.
"Saya minta warga segera berkemas dan mengamankan dokumen serta barang-barang penting yang masih berada di dalam rumah," ucap Aulia. Saat ini alat berat telah diturunkan di sekitar lokasi untuk mengurangi beban tanah. Upaya ini diharapkan dapat mencegah terjadinya longsoran baru.
Kerusakan parah pada lantai jalan utama memaksa arus transportasi lumpuh total di jalur tersebut. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui pihak balai bersama Polres Kukar telah berkoordinasi untuk menjaga urat nadi logistik masyarakat tetap berjalan. "Kendaraan pribadi dan logistik dialihkan melewati jalur alternatif di area belakang yang disiapkan oleh kepala desa," ujar Aulia.
Sementara kendaraan bertonase berat dialihkan sepenuhnya ke jalur lain yang lebih aman. Pihak balai jalan menargetkan pemasangan jembatan darurat (bailey) selesai dalam waktu dua bulan agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga bisa kembali normal.
Selain masalah jalan, krisis air bersih juga mengintai warga sekitar lokasi longsor, Direktur PDAM Tirta Mahakam Suparno menyatakan sebanyak 600 sambungan rumah (SR) di wilayah Jembayan langsung terdampak akibat jaringan pipa yang putus dan retas. Upaya untuk mengatasi krisis air bersih dilakukan, yaitu pemindahan jalur pipa baru dan dikerjakan pada Minggu (16/8/2026) besok. "Untuk pemasangan jaringan pipa darurat ini kami targetkan rampung dalam waktu satu minggu," ungkapnya.
Pihak PDAM Tirta Mahakam meminta masyarakat untuk tenang serta mendukung perbaikan ini, sebab penggalian pipa baru terpaksa harus melewati pekarangan depan rumah warga. Hingga kini, pemerintah daerah bersama tim teknis balai terus bersiaga di lapangan dengan menyiagakan alat-alat berat untuk merapikan struktur tanah yang labil. "Kami jua berpesan kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap tanda-tanda alam di sekitar," tutup Suparno
Editor: Aspian Nur
Sabtu, 15/08/2026
Lokasi jalan yang lumpuh total di Dusun Margasari, Kecamatan Loa Kulu sudah di pasang garis polisi. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
TERPOPULER