Sejumlah warga di kawasan Jalan Slamet Riyadi dan wilayah sekitarnya mengaku merasakan getaran saat gempa terjadi sekitar pukul 00.25 Wita.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo 5,9 dengan kedalaman sekitar 60 kilometer.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda Riza Arian Noor memastikan, kondisi Samarinda masih aman. Ia menegaskan, gempa yang terjadi di Teluk Tomini tidak berarti akan bergeser atau merambat ke Kaltim.
“Untuk wilayah Samarinda, saat ini kondisinya masih aman. Gempa M5,9 yang terjadi di Teluk Tomini tidak berarti akan bergeser atau merambat ke wilayah Kalimantan Timur,” ujar Riza saat dikonfirmasi, Minggu (16/8/2026).
Meski demikian, Riza menjelaskan letak geografis Kaltim membuat sejumlah wilayah, terutama kawasan pesisir timur, berpotensi merasakan getaran dari aktivitas gempa yang terjadi di Sulawesi.
“Getaran gempa dari Sulawesi masih berpotensi terasa di sejumlah wilayah Kaltim, khususnya daerah yang berada di kawasan pesisir timur,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat gempa.
“Jangan terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi,” pungkasnya.
Editor: Erwin