Rabu, 26/08/2026
Rabu, 26/08/2026
Proses pemadaman Karhutla oleh petugas di Kabupaten Berau. (Foto: Dok.Tim Gabungan Karhutla Berau)
Rabu, 26/08/2026

Proses pemadaman Karhutla oleh petugas di Kabupaten Berau. (Foto: Dok.Tim Gabungan Karhutla Berau)
Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan Kabupaten Berau menjadi wilayah dengan luasan lahan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbesar di Benua Etam.
Hal ini diungkapkan Kepala BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan. Menurutnya, berdasarkan data yang dihimpun, luas lahan terdampak kebakaran di Kabupaten Berau telah mencapai lebih dari 400 hektare. Kondisi tersebut menunjukkan ancaman karhutla di Kaltim masih cukup serius.
“Terlebih pada musim kemarau yang meningkatkan potensi munculnya titik api di sejumlah wilayah,” ujar Buyung, Rabu (26/8/2026).
Selain itu, Kaltim saat ini masuk dalam daftar daerah dengan tingkat kerawanan karhutla yang cukup tinggi secara nasional. Berdasarkan pemetaan nasional, kata Buyung, Kaltim berada di peringkat kesembilan sebagai provinsi yang memiliki tingkat kerawanan karhutla.
Menurutnya, wilayah Kalimantan secara umum menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian dalam penanganan karhutla. Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan bahkan masuk dalam kelompok provinsi dengan tingkat kejadian karhutla yang tinggi, bersama sejumlah provinsi di Sumatera seperti Riau, Sumatera Selatan dan Jambi.
“Kalau tiga provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, tingkat karhutlanya cukup tinggi dan hampir setara dengan beberapa provinsi di Sumatera. Sementara Kaltim berada di posisi kesembilan secara nasional,” ucapnya.
Ia menerangkan, berdasarkan data BPBD Provinsi Kaltim, selain Kabupaten Berau, sejumlah daerah lainnya juga mencatat luasan lahan terdampak yang cukup besar.
“Seperti Kutai Kartanegara berada di urutan kedua, dengan sekitar 219 hektare yang terdampak Karhutla, lalu disusul Kutai Barat seluas 147 hektare,” katanya.
Sementara itu, ungkapnya untuk Kabupaten Paser dan Kutai Timur masing-masing mencatat lahan terdampak Karhutla sekitar 89,3 hektare. Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sekitar 48,1 hektare, Kota Samarinda 40,5 hektare, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) 7 hektare.
“Sedangkan Kota Bontang 3 hektare, dan Kota Balikpapan sekitar 0,5 hektare,” sebutnya.
Buyung menambahkan, dalam menghadapi kondisi ini Pemprov Kaltim telah menetapkan status Siaga Bencana, sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya potensi karhutla. Penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor agar api dapat segera dikendalikan sebelum meluas.
Editor: Erwin
Rabu, 26/08/2026
Proses pemadaman Karhutla oleh petugas di Kabupaten Berau. (Foto: Dok.Tim Gabungan Karhutla Berau)
TERPOPULER