Selasa, 01/09/2026
Selasa, 01/09/2026
Suasana berkabut di Kota Balikpapan pada musim El Nino yang menyebabkan peningkatan titik panas. (Foto: Januar/Korankaltim.com)
Selasa, 01/09/2026

Suasana berkabut di Kota Balikpapan pada musim El Nino yang menyebabkan peningkatan titik panas. (Foto: Januar/Korankaltim.com)
Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKAKTIM.COM, BALIKPAPAN - Titik Panas atau hotspot pada musim El Nino tahun 2026 meningkat drastis bila dibandingkan pada musim El Nino tahun 2015 silam.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan, jumlah peningkatan pun melonjak hingga 100 persen.
Kepala BMKG Stasiun Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono mengatakan, peningkatan ini sebagai early warning potensi Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) di Kaltim.
"Hotspot memang bukan berarti karhutla, tapi itu sebuah potensi terjadinya karhutla," kata Djoko Selasa (1/9/2026).
Pada musim El Nino tahun 2015 silam dengan periode yang sama yakni pada bulan Agustus terdapat 9.793 titik panas, sementara tahun ini telah mencapai 18.402 titik. "Artinya terjadi peningkatan hingga 100 persen," sebutnya.
Bahkan jumlah ini telah melampaui jumlah titik panas yang terhitung hingga akhir September 2015 lalu, yang mencapai sebanyak 18.131 titik panas. Tidak menutup kemungkinan bisa lebih meningkat lagi.
Hal ini bukan tanpa sebab, bila melihat data BMKG untuk potensi hujan, khususnya untuk di Kalimantan Timur masih berwarna coklat gelap, yang artinya masih sangat rendah sekitar 0-20 milimeter. "Ini masih bisa berubah," sebut Djoko.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 01/09/2026
Suasana berkabut di Kota Balikpapan pada musim El Nino yang menyebabkan peningkatan titik panas. (Foto: Januar/Korankaltim.com)
TERPOPULER