Selasa, 07/07/2026
Selasa, 07/07/2026
Aparat keamanan mengamankan kendaraan rombongan penjemput UAS saat aksi penolakan di Bandara Melalan. (Tangkapan layar)
Selasa, 07/07/2026

Aparat keamanan mengamankan kendaraan rombongan penjemput UAS saat aksi penolakan di Bandara Melalan. (Tangkapan layar)
Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR – Video aksi dugaan penolakan terhadap kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Bandara Melalan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), memicu anggapan bahwa massa sempat adang kendaraan yang ditumpangi penceramah tersebut.
Meski demikian, Ketua Umum Taruna Gharda Mandiri (TGM) Kubar, Alsiyus, menegaskan informasi itu tidak benar.
Alsiyus yang juga tergabung dalam panitia Harlah ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning menegaskan, kendaraan yang ditumpangi UAS usai tiba di Bandara Melalan, Kecamatan Barong Tongkok, pada Jumat (3/7/2026) tidak pernah menjadi sasaran pengadangan.
Menurutnya, sejak dijemput di bandara hingga menuju lokasi penginapan, UAS mendapat pengawalan dari aparat kepolisian dan TNI sehingga perjalanan berlangsung aman.
“Perlu saya klarifikasi, tidak ada pengadangan terhadap mobil yang ditumpangi Pak Ustaz Abdul Somad. Mobil beliau langsung menuju tempat menginap. Yang dihadang justru mobil tim penjemput, termasuk mobil saya,” ujar Alsiyus kepada Korankaltim.com, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, massa yang melakukan aksi diperkirakan berjumlah sekitar 20 orang. Menurutnya, mereka bersikeras ingin bertemu langsung dengan UAS. Namun, panitia memutuskan tidak mempertemukan keduanya sebagai langkah antisipasi untuk menjaga situasi tetap kondusif dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kalau memang ingin berdialog dengan baik tentu bisa dilakukan melalui forum yang tepat. Kami khawatir apabila dipertemukan saat itu justru memicu situasi yang tidak diharapkan,” katanya.
Alsiyus mengaku kendaraan yang ditumpanginya justru menjadi sasaran massa. Selain sempat diadang, kaca spion mobilnya juga mengalami kerusakan.
Ia bahkan mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat berada di lokasi. Meski demikian, situasi berhasil dikendalikan aparat keamanan yang berjaga sehingga tidak terjadi bentrokan.
Meski sempat diwarnai aksi penolakan di kawasan bandara, Alsiyus memastikan seluruh agenda UAS di Kubar tetap berlangsung sesuai jadwal. Mulai dari Tabligh Akbar di Masjid Islamic Center Al-Muttaqin, Melak, hingga menghadiri Syukuran Harlah ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning berjalan aman, tertib, dan dihadiri ribuan jamaah.
Terkait insiden pengerusakan kendaraan yang sempat dialaminya, Alsiyus mengatakan persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Laporan yang sebelumnya dibuat di kepolisian telah dicabut karena ia memilih memaafkan pelaku dan berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.
Editor: Erwin
Selasa, 07/07/2026
Aparat keamanan mengamankan kendaraan rombongan penjemput UAS saat aksi penolakan di Bandara Melalan. (Tangkapan layar)
TERPOPULER