Minggu, 05/07/2026
Minggu, 05/07/2026
Rangkaian M2F 2026 ditutup meriah oleh Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa. (Foto: Dok.Disbudpar Berau)
Minggu, 05/07/2026

Rangkaian M2F 2026 ditutup meriah oleh Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa. (Foto: Dok.Disbudpar Berau)
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menegaskan bahwa Maratua Music Festival (M2F) 2026 bukan sekadar panggung hiburan, melainkan bagian dari strategi promosi pariwisata yang dirancang untuk memperkuat daya tarik Pulau Maratua di tingkat nasional.
Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, saat menutup rangkaian M2F 2026 di Kampung Maratua, Sabtu (4/7/2026).
Selama lima hari pelaksanaan, festival menghadirkan perpaduan musik, budaya, ekonomi kreatif, dan aksi pelestarian lingkungan sebagai satu kesatuan promosi destinasi wisata.
Konsep M2F tahun ini dikembangkan lebih luas dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Jika pada tahun lalu kegiatan lebih berfokus pada konser musik malam hari, tahun ini festival berlangsung sejak 30 Juni hingga 4 Juli 2026 dengan berbagai agenda dari siang hingga malam.
“Kami ingin Maratua Music Festival menjadi event yang berbeda. Selain menghibur, kegiatan ini juga menjadi ajang promosi potensi wisata dan pelaku UMKM lokal,” ujarnya.
Dengan alokasi anggaran sekitar Rp700 juta, festival diposisikan sebagai investasi promosi pariwisata jangka panjang. Musik dipilih sebagai media untuk menarik perhatian wisatawan, sementara kekayaan budaya dan keindahan alam Berau menjadi daya tarik utama yang ingin diperkenalkan kepada publik.
Berbagai agenda budaya turut mewarnai festival, mulai dari ritual adat Tolak Bala masyarakat Bajau, pelatihan kulintangan, lomba tari daerah, Maratua Magdendang, hingga pertunjukan musik sape yang memperkenalkan budaya Dayak kepada wisatawan.
Di sisi lain, bazar UMKM melibatkan pelaku usaha lokal, Dekranasda, pengelola resort, serta perwakilan dari 13 kecamatan di Kabupaten Berau.
Festival juga membawa misi pelestarian lingkungan melalui aksi bersih pantai, penanaman pohon, dan pelepasan tukik bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
“Kami ingin ada perpaduan antara musik, budaya, dan lingkungan dalam satu kegiatan yang berkelanjutan,” katanya.
Untuk memperluas jangkauan promosi, penyelenggara menghadirkan musisi nasional Arvian Dwi dan Stevan Pasaribu pada malam puncak festival. Namun, para artis tersebut tidak hanya tampil di atas panggung, melainkan juga diajak mengikuti kegiatan island hopping serta memproduksi konten promosi destinasi wisata Berau.
Yudha menegaskan, kehadiran musisi nasional hanyalah sarana untuk memperkenalkan potensi wisata Pulau Maratua kepada masyarakat yang lebih luas. Menurutnya, promosi destinasi tetap menjadi tujuan utama penyelenggaraan festival.
Melalui konsep yang mengintegrasikan hiburan, budaya, ekonomi kreatif, dan konservasi lingkungan, M2F 2026 diharapkan semakin memperkuat citra Pulau Maratua sebagai destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan.
“Musiknya merupakan pelengkap. Yang utama adalah promosi wisata,” pungkasnya. (*)
Minggu, 05/07/2026
Rangkaian M2F 2026 ditutup meriah oleh Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa. (Foto: Dok.Disbudpar Berau)
TERPOPULER