Minggu, 05/07/2026

Minim LPJU, Jalan Poros Desa Embalut Dikeluhkan Rawan Kecelakaan dan Kejahatan 

Minggu, 05/07/2026

Ilustrasi jalan gelap di Desa Embalut. (Foto: Dok.Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Minim LPJU, Jalan Poros Desa Embalut Dikeluhkan Rawan Kecelakaan dan Kejahatan 

Minggu, 05/07/2026

logo

Ilustrasi jalan gelap di Desa Embalut. (Foto: Dok.Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Jalan Poros Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih minim Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU). 

Lantaran masih banyak titik masih gelap sehingga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan serta rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan.

Kepala Desa Embalut, Yahya, mengungkapkan sejauh ini baru terpasang sekitar 25 unit LPJU. Angka tersebut dinilai sangat tidak memadai untuk menjamin keamanan para pengguna jalan yang melintas pada malam hari.

“Idealnya jalan poros ini membutuhkan 60 unit LPJU, dengan hitungan satu lampu setiap jarak 50 meter. Karena jumlahnya kurang, masih banyak titik jalan yang gelap, ini membahayakan keselamatan pengendara,” ungkap Yahya, Minggu (5/7/2026).

Ancaman nyata dari minimnya penerangan ini sudah mulai terjadi. Yahya mengungkapkan pekan lalu, seorang pengendara sempat menjadi sasaran percobaan pembegalan di jalur tersebut. 

“Pelaku memanfaatkan kondisi jalan yang sepi dan tanpa lampu untuk melancarkan aksinya,” ungkapnya.

Terlebih, sebanyak 25 unit LPJU yang terpasang saat ini di Desa Embalut mengandalkan sistem tenaga surya atau solar cell. Akibatnya, pasokan daya lampu sangat bergantung pada cuaca. 

“Kalau kondisi cuaca mendung atau kurang panas, lampu dipastikan akan meredup dan tak berfungsi maksimal pada malam hari,” ujarnya.

Yahya mengaku pemerintah desa telah berulang kali melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait. Usulan bantuan telah dilayangkan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kukar, Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, hingga lewat jalur aspirasi dewan di DPRD Kaltim.

Namun, seluruh usulan tersebut masih dihadapkan persoalan keterbatasan anggaran daerah.

Meski demikian, keluhan warga ini sudah mendapatkan atensi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Kukar. Kata dia, pemerintah daerah berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat terkait fasilitas keselamatan jalan.

“Pihak Dishub akan segera menurunkan tim untuk melakukan pengecekan lapangan. Mengenai tambahan rambu-rambu lalu lintas dan LPJU juga akan dievaluasi dan akan masukkan ke dalam sistem perencanaan anggaran,” tutupnya.

Pemerintah Desa Embalut berharap janji pengecekan tersebut bisa segera terealisasi menjadi tindakan nyata, sebelum jatuh korban jiwa akibat kecelakaan jalan maupun aksi kriminalitas yang mengintai di malam hari.

Editor: Erwin

Minim LPJU, Jalan Poros Desa Embalut Dikeluhkan Rawan Kecelakaan dan Kejahatan 

Minggu, 05/07/2026

Ilustrasi jalan gelap di Desa Embalut. (Foto: Dok.Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)

Share

Berita Terkait