Sabtu, 04/07/2026

CNG Merah Putih Siap Gantikan Gas Melon Mulai Juli 2026, Warga Tak Perlu Ganti Kompor Baru 

Sabtu, 04/07/2026

Ilustrasi Tabung CGN dan LPG. (Dok. Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

CNG Merah Putih Siap Gantikan Gas Melon Mulai Juli 2026, Warga Tak Perlu Ganti Kompor Baru 

Sabtu, 04/07/2026

logo

Ilustrasi Tabung CGN dan LPG. (Dok. Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - PT Mahakam Gerbang Raja Migas (Perseroda) atau MGRM Kabupaten Kutai Kartanegara merespons kebijakan strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini resmi mengamankan alokasi gas sebesar 10 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) untuk mendukung peluncuran Compressed Natural Gas (CNG) Merah Putih sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram mulai Juli 2026.
Langkah taktis ini diambil menyusul kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk menekan ketergantungan impor bahan baku gas melon. Selama ini, Indonesia harus mengimpor propana (C3) dan butana (C4) sebagai bahan baku LPG. Sebaliknya, wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) justru memiliki kelimpahan gas alam jenis metana (C1) dan etana (C2) yang belum dimanfaatkan optimal untuk kebutuhan domestik.
Direktur Utama MGRM Kukar Efri Noviantor menjelaskan, pengalihan ke CNG merupakan solusi tepat bagi kemandirian dan ketahanan energi di Bumi Etam. "Bahan pembentuk LPG itu kan C3 dan C4. Untuk di Kaltim khususnya, yang melimpah itu justru jenis C1 dan C2. Ini yang sedang coba dioptimalkan menjadi CNG," kata Efri kepada Korankaltim.com Sabtu (4/7/2026)
Alokasi gas sebesar 10 MMSCFD tersebut bersumber dari temuan cadangan gas raksasa baru di Kaltim yang diproyeksikan bertahan minimal hingga enam hingga delapan tahun ke depan. 
MGRM berencana memanfaatkan pasokan ini untuk membangun proyek mini LNG plant dan CNG plant. Infrastruktur tersebut akan menopang program pengalihan energi rumah tangga sekaligus menyuplai kawasan industri baru di daerah.
Bagi masyarakat, transisi ke CNG Merah Putih ini diklaim memberikan banyak keuntungan, seperti warga tidak perlu membeli kompor baru karena CNG dirancang aman digunakan pada kompor gas konvensional saat ini. 
Kemudian harga jual diproyeksikan setara dengan LPG subsidi, namun memberikan efisiensi pengeluaran rumah tangga hingga hampir 30 persen.
"Karakteristik gas metana yang ringan ini membuat CNG langsung menguap ke udara kalau terjadi kebocoran, sehingga meminimalisir risiko ledakan di dapur," sebut Efri.
Mengingat sifat CNG yang disimpan dengan tekanan tinggi, spesifikasi tabung tentunya memerlukan material plat tebal atau lapisan fiber tabung tipe empat yang membuatnya tampak sedikit lebih besar dari tabung melon biasa.
Terkait detail fisik dan mekanisme distribusi di lapangan, MGRM Kukar menyatakan masih menunggu instruksi dan regulasi resmi dari pemerintah pusat. Kendati demikian, pola distribusi direncanakan tetap memanfaatkan jaringan agen dan pangkalan resmi milik PT Pertamina Persero yang sudah berjalan selama ini.
"Dari segi harga dan bentuk kita masih menunggu arahan. Kalau ada arahan resmi, kami pasti siap menjalankan," jelas  Efri.

Editor: Aspian Nur

CNG Merah Putih Siap Gantikan Gas Melon Mulai Juli 2026, Warga Tak Perlu Ganti Kompor Baru 

Sabtu, 04/07/2026

Ilustrasi Tabung CGN dan LPG. (Dok. Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)

Share

Berita Terkait