Minggu, 05/07/2026
Minggu, 05/07/2026
Jejak terduga pelaku pencurian di Sp5 Dusun Bukit Betali, Desa Bunga Jadi, Kecamatan Muara Kaman. (Foto: Dok.Fitriyani/Ketua RT 18)
Minggu, 05/07/2026

Jejak terduga pelaku pencurian di Sp5 Dusun Bukit Betali, Desa Bunga Jadi, Kecamatan Muara Kaman. (Foto: Dok.Fitriyani/Ketua RT 18)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Aksi pencurian yang disertai kekerasan meresahkan warga SP 5 Dusun Bukit Betali, Desa Bunga Jadi, Kecamatan Muara Kaman, Minggu (5/7/2026) dini hari.
Pelaku diduga menyasar dua rumah yang berdekatan dengan modus mematikan aliran listrik melalui meteran sebelum beraksi. Bahkan, pelaku sempat membekap mulut salah seorang korban sebelum melarikan diri ke area perkebunan.
Ketua RT 18 Desa Bunga Jadi, Fitriyani, mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpunnya, dua rumah yang menjadi sasaran pelaku adalah milik Sri (40) dan Eti (35).
Menurut Fitriyani, aksi pertama terjadi sekitar pukul 01.30 Wita di rumah Sri. Saat itu, pelaku diduga sengaja mematikan aliran listrik melalui meteran sehingga kondisi rumah menjadi gelap dan memudahkan aksinya.
Pelaku kemudian membobol pintu depan rumah yang saat itu hanya dihuni korban karena suaminya sedang bekerja. Dari rumah tersebut, pelaku berhasil membawa kabur dua unit telepon genggam. Aksi itu baru diketahui setelah korban menyadari keberadaan pelaku dan berteriak, sehingga pelaku langsung melarikan diri.
“Di lokasi pertama ada dua ponsel yang dibawa kabur pelaku, kejadian ini beruntun dalam satu malam,” kata Fitriyani, Minggu (5/7/2026).
Tidak berhenti di situ, sekitar pukul 02.00 WITA, pelaku melanjutkan aksinya ke rumah korban Eti yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi pertama. Di rumah tersebut, korban hanya tinggal bersama ketiga anaknya.
Kata dia, pelaku masuk ke rumah kedua dengan cara melompat dan mendorong jendela kamar anak perempuan korban.
Korban yang saat itu baru saja meletakkan ponselnya dan hendak tidur dalam kondisi mata terpejam, dikejutkan oleh kedatangan pelaku yang langsung membekap mulutnya menggunakan tangan.
Spontan, remaja putri tersebut langsung melakukan perlawanan dengan menendang pelaku.
Mendapat perlawanan dan mendengar korban berteriak, pelaku yang panik langsung memilih kabur melompati jendela kamar dan melarikan diri ke arah kebun.
“Tidak ada yang dikurung di kamar oleh maling itu, hanya di bekap saja mulut korban,” ungkapnya.
Warga sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi setelah mendengar teriakan korban, namun pelaku tidak berhasil ditemukan. Beruntung, tidak ada barang yang sempat diambil dari rumah kedua, dan kondisi anak korban saat ini dilaporkan sudah mulai tenang dari rasa syok.
Fitri mengungkapkan, berdasarkan kesaksian visual dari korban di rumah kedua, pelaku diperkirakan seorang pria dewasa berusia sekitar 40 dengan perawakan gemuk. Pelaku memiliki ciri-ciri mata yang besar dan berambut pendek. Saat melancarkan aksinya, pria tersebut diketahui mengenakan kaos lengan pendek berwarna merah maroon dan celana pendek.
“Untuk jejak kaki pelaku yang viral di Facebook itu dipastikan mengarah ke area perkebunan warga saat melarikan diri,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak RT juga telah melakukan koordinasi dengan kepala dusun, desa, serta kepolisian untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.
“Selanjutnya saya sudah arahkan warga untuk malam ini hingga malam-malam berikutnya aktif berjaga di pos ronda, kebetulan dua kejadian ini dialami oleh warga RT 18 kami,” tutupnya.
Editor: Erwin
Minggu, 05/07/2026
Jejak terduga pelaku pencurian di Sp5 Dusun Bukit Betali, Desa Bunga Jadi, Kecamatan Muara Kaman. (Foto: Dok.Fitriyani/Ketua RT 18)
TERPOPULER