Sabtu, 04/07/2026
Sabtu, 04/07/2026
Peletakan batu pertama pembangunan gedung madrasah di Ponpes Assalam. (Adi/Korankaltim.com)
Sabtu, 04/07/2026

Peletakan batu pertama pembangunan gedung madrasah di Ponpes Assalam. (Adi/Korankaltim.com)
Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengapresiasi perkembangan Pondok Pesantren (Ponpes) Assalam Arya Kemuning, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) yang kini telah memasuki usia ke-34 tahun. Menurutnya, perjalanan panjang tersebut menjadi modal penting bagi pesantren untuk terus berkembang sebagai pusat pendidikan Islam sekaligus melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan berwawasan kebangsaan.
Apresiasi itu disampaikan Nasaruddin usai menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-34 Ponpes Assalam, Sabtu (4/7/2026) sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung madrasah bersama Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, Bupati Kubar Frederick Edwin, Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pengurus pesantren.
Nasaruddin mengungkapkan dirinya memiliki ikatan emosional dengan Ponpes Assalam. Pasalnya, ia pernah meletakkan batu pertama pembangunan kompleks pesantren tersebut pada masa awal berdiri.
"Saya ke Pondok Pesantren Assalam yang meletakkan batu pertama pembangunannya. Kemudian yang kedua juga ada khitanan massal, nikah massal, tabligh akbar, dan beberapa rangkaian acara internal. Alhamdulillah kita bangga melihat pondok pesantren yang berproses seperti ini sudah menorehkan prestasi," ujar Nasaruddin kepada Korankaltim.com.
Mengetahui Ponpes Assalam kini telah berusia 34 tahun, Nasaruddin mengaku kagum atas perkembangan yang berhasil dicapai selama lebih dari tiga dekade. Nasaruddin berharap pesantren tersebut terus berkembang dan menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
"Sudah 34 tahun, luar biasa, semangat banget. Kita doakan semoga nanti menjadi mercusuar untuk pengembangan pendidikan dan pencerahan keagamaan di tanah air kita," katanya.
Pembangunan gedung madrasah menjadi langkah penting untuk memperkuat kualitas pendidikan di lingkungan pesantren sekaligus mendukung lahirnya generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berkarakter.
Pengasuh Ponpes Assalam KH Arif Heri Setiawan menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan gedung madrasah yang selama ini menjadi harapan besar keluarga besar pesantren.
Pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan agar pelayanan kepada para santri semakin optimal.
"Semoga dengan iringan doa dari seluruh masyarakat, pembangunan gedung madrasah ini dapat segera terwujud dan selesai sesuai harapan," ucap Arif
Pembangunan madrasah diharapkan mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, sehingga dapat diselesaikan dan segera dimanfaatkan oleh para santri.
Selain menghadiri puncak Harlah, Nasaruddin juga menjadi narasumber dalam Dialog Kebangsaan yang diikuti santri, tokoh agama, pemerintah daerah, serta masyarakat. Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa terus menjaga kerukunan, toleransi, dan persatuan dengan lebih mengedepankan persamaan dibanding memperbesar perbedaan.
"Tekankan aspek persamaan, jangan menekankan aspek perbedaan," tegasnya.
Bupati Kubar Frederick Edwin menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Agama beserta rombongan pada puncak Harlah ke-34 Ponpes Assalam. Ia menilai pesantren tersebut telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat, tidak hanya melalui pendidikan keagamaan, tetapi juga berbagai kegiatan sosial seperti pembinaan mualaf, khitanan massal, dan nikah massal.
Frederick berharap kunjungan Menteri Agama menjadi momentum untuk semakin memperkuat sinergi dalam pengembangan pendidikan Islam sekaligus memperkokoh kerukunan antarumat beragama di Kubar.
Editor: Aspian Nur
Sabtu, 04/07/2026
Peletakan batu pertama pembangunan gedung madrasah di Ponpes Assalam. (Adi/Korankaltim.com)
TERPOPULER