Minggu, 05/07/2026

Bahasa Banua Resmi Jadi Muatan Lokal, Mulai Diterapkan di Seluruh SMP Berau

Minggu, 05/07/2026

Suasana peluncuran buku muatan lokal Banua sebagai mata pelajaran jenjang SMP di Aula SPNF SKB Berau, Kamis (2/7/2026) lalu. (Foto: Dok. Humas Pemkab Berau)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Bahasa Banua Resmi Jadi Muatan Lokal, Mulai Diterapkan di Seluruh SMP Berau

Minggu, 05/07/2026

logo

Suasana peluncuran buku muatan lokal Banua sebagai mata pelajaran jenjang SMP di Aula SPNF SKB Berau, Kamis (2/7/2026) lalu. (Foto: Dok. Humas Pemkab Berau)

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau resmi meluncurkan Bahasa Banua sebagai mata pelajaran muatan lokal di jenjang sekolah, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga identitas budaya melalui dunia pendidikan.

Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah menjelaskan penyusunan kurikulum dan modul pembelajaran Bahasa Banua dilakukan secara bertahap sejak 2024 dengan pendampingan Balai Bahasa serta melibatkan tokoh adat dan berbagai pemangku kepentingan.

“Perjalanan Bahasa Banua ini kami didampingi Balai Bahasa dan tokoh-tokoh hingga akhirnya resmi menjadi muatan lokal Kabupaten Berau,” ujarnya.

Kehadiran Bahasa Banua sebagai muatan lokal juga merupakan langkah strategis menyesuaikan kebijakan nasional. Berdasarkan Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024, Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib di sekolah dasar paling lambat pada tahun ajaran 2027/2028. Kondisi tersebut membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan muatan lokal berbasis bahasa daerah.

Selain mengikuti regulasi, kebijakan tersebut menjadi upaya konkret memperkuat karakter dan jati diri generasi muda Berau agar tetap mengenal bahasa serta budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

Implementasi Bahasa Banua juga telah memiliki landasan hukum yang kuat melalui Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 7 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pelestarian Bahasa Banua dan Kebudayaan Berau, yang diperkuat dengan Peraturan Bupati Berau Nomor 28 Tahun 2025 tentang Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Daerah.

“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2025 dapat diterbitkan,” katanya.

Pada tahap awal, Bahasa Banua akan diterapkan di seluruh SMP di Kabupaten Berau mulai tahun ajaran 2026/2027. Selanjutnya, program tersebut diperluas ke seluruh SD pada tahun ajaran 2027/2028 bersamaan dengan diberlakukannya Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib.

Tidak hanya menghadirkan mata pelajaran baru, Disdik Berau juga menyiapkan strategi agar Bahasa Banua menjadi bagian dari budaya sekolah. Modul pembelajaran yang telah diluncurkan akan menjadi pedoman utama bagi guru, sementara sejumlah kebijakan tengah disusun untuk mendorong penggunaan Bahasa Banua dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah.

“Bahasa Banua tidak hanya dipelajari di kelas, tetapi juga harus menjadi kebiasaan di sekolah,” tuturnya.

Untuk mendukung implementasi tersebut, Disdik telah menunjuk koordinator dan menyiapkan tenaga pendidik sesuai kompetensi. Guru Bahasa Indonesia asal Berau maupun guru yang menguasai Bahasa Banua akan diprioritaskan mengampu mata pelajaran tersebut.

Program ini juga diharapkan memberi manfaat bagi tenaga pendidik dengan membuka tambahan beban mengajar yang linier, sekaligus memastikan upaya pelestarian Bahasa Banua berjalan berkelanjutan.

“Semoga kita semua dapat bergerak bersama menjaga bahasa dan budaya Berau agar tetap lestari untuk generasi mendatang,” tutupnya. (*)

Bahasa Banua Resmi Jadi Muatan Lokal, Mulai Diterapkan di Seluruh SMP Berau

Minggu, 05/07/2026

Suasana peluncuran buku muatan lokal Banua sebagai mata pelajaran jenjang SMP di Aula SPNF SKB Berau, Kamis (2/7/2026) lalu. (Foto: Dok. Humas Pemkab Berau)

Share

Berita Terkait