Selasa, 16/06/2026
Selasa, 16/06/2026
Ketua Umum Taruna Gharda Mandiri (TGM) Kutai Barat, Alsiyus. (Foto: Adi/Korankaltim.com)
Selasa, 16/06/2026

Ketua Umum Taruna Gharda Mandiri (TGM) Kutai Barat, Alsiyus. (Foto: Adi/Korankaltim.com)
Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR – Di tengah munculnya penolakan dari sebagian organisasi masyarakat terhadap rencana kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) ke Kutai Barat (Kubar), Ketua Umum Taruna Gharda Mandiri (TGM) Kubar, Alsiyus, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan toleransi dan tidak memperkeruh situasi.
Alsiyus menegaskan perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, menurutnya, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi polemik yang berpotensi mengganggu kerukunan dan persatuan masyarakat Kubar.
“TGM mendukung kedatangan Ustaz Abdul Somad ke Kubar. Saya mengimbau masyarakat untuk bisa memberikan maaf apabila ada kekhilafan di masa lalu. Mari kita melihat ke depan,” ujar Alsiyus kepada Korankaltim.com, Selasa (16/6/2026).
Menurut Alsiyus, setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Karena itu, sikap saling memaafkan dan menghormati perbedaan harus terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat maupun beragama.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam narasi yang dapat memperkeruh suasana. Menurutnya, isu keagamaan merupakan persoalan sensitif yang harus disikapi secara bijaksana oleh semua pihak.
“Menjunjung tinggi toleransi adalah kata kunci yang paling penting dalam kehidupan beragama. Semua manusia pasti memiliki kesalahan, tetapi semua manusia juga wajib saling memaafkan,” katanya.
Alsiyus menilai rencana menghadirkan tokoh nasional ke Kubar bukanlah sesuatu yang dipersiapkan dalam waktu singkat. Berbagai tahapan persiapan dan koordinasi telah dilakukan jauh hari oleh panitia demi memastikan kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Untuk menghadirkan tokoh nasional seperti Ustaz Abdul Somad tentu bukan proses yang sebentar. Panitia telah bekerja dan melakukan berbagai persiapan sejak lama, ujarnya.
Diketahui, Ustaz Abdul Somad dijadwalkan hadir di Kubar pada 4 Juli 2026 mendatang dalam rangka menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning Kubar. Kegiatan tersebut juga direncanakan akan dihadiri Menteri Agama Republik Indonesia.
Menjelang pelaksanaan kegiatan, muncul penolakan dari sebagian organisasi masyarakat yang memicu perdebatan di tengah masyarakat. Meski demikian, Alsiyus berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan tetap menjaga kondusivitas daerah.
“Mari kita saling memaafkan, saling menghargai, dan bersama-sama membangun Kubar ke depan. Kita semua menginginkan daerah ini tetap aman, damai, dan penuh toleransi,” tutupnya.
Editor: Erwin
Selasa, 16/06/2026
Ketua Umum Taruna Gharda Mandiri (TGM) Kutai Barat, Alsiyus. (Foto: Adi/Korankaltim.com)
TERPOPULER