Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan fasilitas umum, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Berdasarkan data pemutakhiran Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Samarinda hingga pukul 16.00 WITA, genangan mulai terjadi sekitar pukul 12.30 WITA. Tinggi muka air (TMA) di sejumlah lokasi terdampak berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter.
Wilayah yang terendam meliputi Jalan Damanhuri (depan Gang Ogok), Simpang Pramuka-Perjuangan, Jalan Mugirejo, Jalan A.W. Syahranie, Gunung Lingai, Jalan D.I. Panjaitan (depan Terminal Lempake), Gunung Kapur, dan Jalan Gerilya.
Selain banjir, satu kejadian pohon tumbang dilaporkan menimpa kawasan Jalan Wahid Hasyim 1, Gang Kampus Biru Blok C Nomor 43.
Sementara itu, hingga laporan terbaru diterbitkan, musibah tanah longsor maupun dampak negatif pada fasilitas publik dinyatakan nihil.
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meskipun sebagian warga telah memahami daerah yang memiliki kerawanan bencana hidrometeorologi tersebut.
“Warga Samarinda sudah mengenal bahwa daerah mereka rawan, namun sekarang tetap harus diwaspadai,” kata Suwarso.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan perlu ditingkatkan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi pada masa peralihan musim saat ini.
“Segera evakuasi diri ketika hujan turun dengan intensitas tinggi,” singkatnya.
Editor: Erwin