Senin, 15/06/2026

Tempias Pasar Pagi Belum Teratasi, Pedagang dan Pengunjung Kembali Mengeluh

Senin, 15/06/2026

Petugas kebersihan dan pedagang ketika membersihkan tempias di Pasar Pagi. (Foto: Ayu/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Tempias Pasar Pagi Belum Teratasi, Pedagang dan Pengunjung Kembali Mengeluh

Senin, 15/06/2026

logo

Petugas kebersihan dan pedagang ketika membersihkan tempias di Pasar Pagi. (Foto: Ayu/Korankaltim.com)

Penulis: Ayu Norwahliyah

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Persoalan tempias air hujan di Gedung Pasar Pagi Samarinda ternyata belum sepenuhnya teratasi. Saat hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang, air masih masuk ke dalam bangunan karena sejumlah sisi pasar belum dilengkapi pelindung.

Kondisi tersebut terlihat pada sisi kanan dan kiri bangunan yang hingga kini masih terbuka tanpa pengaman. Akibatnya, air hujan dapat masuk hingga membasahi area lapak pedagang maupun ruang yang digunakan pengunjung untuk beraktivitas.

Pedagang Toko Anugerah Baru di lantai lima, Amat, berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda segera merealisasikan penanganan yang sebelumnya telah dijanjikan. Menurutnya, persoalan tempias air hujan terus berulang setiap kali hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

“Kasihan pedagang. Setiap hujan deras pasti seperti ini, pasti tempias. Toko-toko di pinggir itu kalau kena hujan bisa kebanjiran,” kata Amat, Senin (16/6/2026).

Amat mengaku telah menempati Pasar Pagi baru sejak Januari 2026, setelah sebelumnya berjualan selama sekitar 12 tahun di bangunan lama. 

Namun demikian, selama menempati gedung baru ini, ia kerap mendapati air hujan yang masuk menjalar hingga ke bagian tengah lantai apabila tidak segera dibersihkan. Beruntung, petugas kebersihan pasar dinilai cukup sigap menangani genangan yang muncul.

“Kalau tidak disapu, airnya bisa sampai ke tengah. Untung tim kebersihannya cepat tanggap. Kalau di lantai enam malah lebih parah lagi tempiasnya,” ucapnya.

Keluhan serupa disampaikan salah satu pengunjung Pasar Pagi, Nira (31). Ia mengaku sempat terkena tempias saat menikmati makanan di area kuliner lantai lima.

Suasana di bangunan tersebut  nyaman. Namun, hujan yang disertai angin membuat air masuk hingga ke meja pengunjung sehingga ia terpaksa berpindah tempat duduk beberapa kali. “Akhirnya pindah-pindah tempat duduk supaya tidak kena air,” tuturnya.

Sebagai informasi, Pemkot Samarinda sebelumnya telah memastikan desain penanganan tempias sudah disiapkan. Solusi yang dirancang berupa pemasangan sistem penutup berbentuk pintu geser (sliding door) di bagian samping, atas, dan bawah bangunan.

Material yang digunakan dirancang ringan tetapi kuat, yakni rangka aluminium dengan penutup mika akrilik agar tidak membebani struktur gedung yang dibuat fleksibel mengikuti kondisi cuaca.

Saat hujan turun dengan intensitas tinggi, penutup dapat digeser untuk mencegah air masuk ke dalam bangunan. Sebaliknya ketika cuaca cerah, pelindung dapat dibuka agar sirkulasi udara di dalam pasar tetap terjaga.

Tahapan perencanaan teknis penanganan tempias tersebut rampung sejak Mei lalu. Pemkot Samarinda pun menargetkan pekerjaan fisik ini dapat direalisasikan pada tahun ini.

Editor: Erwin

Tempias Pasar Pagi Belum Teratasi, Pedagang dan Pengunjung Kembali Mengeluh

Senin, 15/06/2026

Petugas kebersihan dan pedagang ketika membersihkan tempias di Pasar Pagi. (Foto: Ayu/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait