Senin, 15/06/2026

Polwan Jadi Garda Terdepan Pengamanan Demo Mahasiswa di Balikpapan

Senin, 15/06/2026

Jajaran polisi wanita menjadi pagar betis di depan kantor DPRD Balikpapan. (Foto: Januar/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Polwan Jadi Garda Terdepan Pengamanan Demo Mahasiswa di Balikpapan

Senin, 15/06/2026

logo

Jajaran polisi wanita menjadi pagar betis di depan kantor DPRD Balikpapan. (Foto: Januar/Korankaltim.com)

Penulis: Muhammad Solih Januar

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Polresta Balikpapan menempatkan personel Polisi Wanita (Polwan) di garis terdepan saat mengawal aksi unjuk rasa mahasiswa di Kota Balikpapan. 

Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan humanis kepolisian dalam melayani penyampaian pendapat di depan umum.

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol. Jerrold Hendra Yosef Kumontoy mengatakan penempatan Polwan merupakan bagian dari tindakan tahap awal (preemptif). Jajaran Polwan bertugas membuka ruang dialog dan bertindak sebagai barikade awal di lokasi aksi.

“Tindakan kami bertahap, mulai dari preemptif, preventif, hingga represif. Penempatan Polwan ini langkah preemptif untuk berdialog,” kata Kombes Pol. Jerrold menjawab pertanyaan Korankaltim.com, Senin (15/6).

Menurut Jerrold, polisi sengaja menerjunkan Polwan karena massa pengunjuk rasa juga melibatkan mahasiswi. Kehadiran Polwan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman selama aksi berlangsung. Pola pengamanan humanis ini juga sudah lazim diterapkan di berbagai wilayah lain.

Polresta Balikpapan menurunkan total 419 personel dalam pengamanan tersebut. Pengerahan ratusan personel ini merujuk pada surat pemberitahuan awal dari kelompok mahasiswa mengenai estimasi jumlah massa.

Jerrold menjelaskan standar pengamanan minimal berjumlah 10 persen dari total perkiraan massa aksi atau potensi kerawanan. Polisi sempat menaikkan jumlah personel sebagai antisipasi, meski jumlah massa yang datang ke lokasi ternyata tidak terlalu banyak.

“Kami ingin adik-adik mahasiswa maksimal dalam menyampaikan pendapat. Namun, mereka harus tetap mengikuti aturan ketertiban,” ujarnya.

Pihak kepolisian berharap aksi berjalan lancar. Ketertiban di lapangan penting agar tidak ada gesekan antara massa aksi, pengguna jalan, dan masyarakat sekitar.

Polresta Balikpapan juga menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem lawan arah (contraflow) di sekitar titik demonstrasi. Kebijakan ini diambil demi mengakomodasi hak demonstran sekaligus menjaga kenyamanan pengguna jalan lain.

Jerrold menegaskan polisi tidak mengambil opsi penutupan jalan secara total sepanjang unjuk rasa berlangsung. Penutupan akses jalan dinilai berpotensi memicu komplain dari masyarakat yang sedang beraktivitas.

“Nomor satu itu ketertiban dan semua kepentingan harus terakomodir. Jalur tidak kami tutup karena masyarakat pasti komplain,” tutupnya.

Editor: Erwin

Polwan Jadi Garda Terdepan Pengamanan Demo Mahasiswa di Balikpapan

Senin, 15/06/2026

Jajaran polisi wanita menjadi pagar betis di depan kantor DPRD Balikpapan. (Foto: Januar/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait