Rabu, 15/07/2026
Rabu, 15/07/2026
Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Kaltara, Agus Salim. (Foto: Istimewa)
Rabu, 15/07/2026

Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Kaltara, Agus Salim. (Foto: Istimewa)
KORANKALTIM.COM, TANJUNG SELOR – Penyaluran belanja transfer tidak cukup hanya dinilai dari tingkat realisasi yang sesuai target. Lebih dari itu, anggaran tersebut harus dipastikan dimanfaatkan secara efektif agar benar-benar mendorong pemerataan pembangunan di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Utara (Kaltara).
Hal itu menjadi perhatian Fraksi Gerindra DPRD Kaltara dalam pembahasan Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.
Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Kaltara, Agus Salim, mengatakan belanja transfer merupakan salah satu instrumen yang menghubungkan program pembangunan pemerintah provinsi dengan kebutuhan daerah. Karena itu, efektivitas penggunaannya perlu menjadi perhatian bersama.
Dalam pandangan fraksi disebutkan, belanja transfer pada 2025 dianggarkan sebesar Rp490,53 miliar dengan realisasi mencapai Rp435,93 miliar atau 88,86 persen.
“Belanja transfer memiliki fungsi strategis dalam mendukung pemerataan pembangunan antarwilayah serta memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota,” ujar Agus Salim.
Menurutnya, penyaluran anggaran yang tepat waktu perlu dibarengi dengan pengawasan terhadap pemanfaatannya. Dengan begitu, dana transfer yang diterima pemerintah kabupaten dan kota tidak hanya terserap, tetapi juga mampu menghasilkan program yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Harapan kami, setiap belanja transfer yang disalurkan dapat diawasi efektivitas penggunaannya sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat di daerah penerima,” tutupnya. (Adv)
Rabu, 15/07/2026
Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Kaltara, Agus Salim. (Foto: Istimewa)
TERPOPULER