Kepala Kampung Sumber Sari Paino Wibowo mengatakan, tahun ini sebanyak 10 mahasiswa KKN ditempatkan di kampungnya dengan sejumlah program yang telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Di Sumber Sari ada 10 mahasiswa yang tinggal. Kami sudah berbincang dengan adik-adik mahasiswa, dan salah satu fokus mereka nanti pembinaan di bidang peternakan, khususnya koperasi peternakan, kemudian UMKM, serta pendataan warga,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Jumat (17/7/2026).
Menurut Paino, pendampingan yang dilakukan mahasiswa bukan membentuk koperasi baru, melainkan membantu memperkuat tata kelola koperasi peternakan yang telah berjalan di Kampung Sumber Sari. Selama ini, koperasi tersebut menjadi wadah bagi kelompok peternak sapi yang dibentuk melalui program bantuan pemerintah.
Ia menjelaskan, pada awalnya bantuan ternak diberikan kepada kelompok masyarakat, kemudian setiap anggota bertanggung jawab merawat sejumlah sapi sesuai pembagian yang telah disepakati. Hasil pengembangannya selanjutnya dikelola kembali melalui kelompok.
“Yang akan dibantu mahasiswa nanti bagaimana manajemen koperasinya supaya lebih baik dan bisa berjalan secara berkelanjutan,” katanya.
Selain pembinaan koperasi peternakan, mahasiswa juga akan terlibat dalam pengembangan UMKM dan membantu pendataan warga sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat di tingkat kampung.
Paino berharap kolaborasi antara pemerintah kampung dan mahasiswa KKN mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Menurutnya, pendampingan terhadap koperasi peternakan, UMKM, dan pendataan warga diharapkan tidak hanya membantu penyelesaian program selama KKN berlangsung, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan potensi kampung ke depan.
Sementara itu, pelaksanaan KKN Kolaborasi 2026 di Kubar diikuti 184 mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) yang akan menjalankan pengabdian kepada masyarakat selama 41 hari, mulai 13 Juli hingga 22 Agustus 2026. Para mahasiswa ditempatkan di 18 kampung dan satu kelurahan yang tersebar di delapan kecamatan.
Program KKN Kolaborasi merupakan kerja sama sembilan perguruan tinggi di Kalimantan Timur. Namun, pada pelaksanaan tahun ini seluruh peserta yang ditempatkan di Kubar berasal dari Unmul. Sebelum diterjunkan ke lapangan, para mahasiswa telah mengikuti pembekalan yang melibatkan Kementerian Desa, organisasi perangkat daerah (OPD), serta dosen pembimbing lapangan agar program kerja yang dijalankan selaras dengan kebutuhan pembangunan di masing-masing kampung.
Wakil Ketua Program KKN Kolaborasi ke-52 Tahun 2026, Alamsyah, mengatakan setiap posko KKN telah dibekali program prioritas yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan wilayah penugasan.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan umum, tetapi juga diarahkan mendukung program pembangunan yang telah menjadi fokus pemerintah kampung.
"Setiap posko diberikan tiga program prioritas sesuai dengan kondisi yang ada. Jadi fokusnya menyelesaikan program yang memang sudah diberikan sejak pembekalan," ujarnya. (adv )