“Tempat wisata yang dibangun jangan hanya sekadar asal bikin. Pembangunan tanpa konsep matang hanya akan membuang-buang anggaran secara percuma,” jelasnya, Kamis (16/7/2026)
Ia menjelaskan, pembangunan harus mampu memberikan ruang dan suasana baru yang nyaman bagi pengunjung, sekaligus menjaga stabilitas perekonomian masyarakat setempat.
Dirinya juga menyampaikan, wisata yang representatif perlu direncanakan secara serius agar benar-benar ramai dan diminati oleh pengunjung.
Menurutnya, saat ini sudah banyak sekali daerah yang membangun wisata mangrove. Maka harus ada sesuatu nilai tawar yang berbeda dari lokasi lainnya.
“Harus ada kreativitas, misalnya bisa memberi makan burung secara langsung atau pertunjukan yang bisa ditampilkan,” paparnya.
Selain itu, potensi wisata ini terbilang murah atau low budget karena biasanya hanya membutuhkan pembangunan jembatan kayu dan beberapa saung.
Rustam menegaskan, Jika konsepnya hanya sebatas jembatan dan pohon mangrove, pengunjung akan cepat bosan. Akibatnya, mereka akan lebih memilih alternatif wisata lain, seperti pantai dan taman nasional.
Ia berharap tempat wisata bukan hanya sekadar menyajikan pertunjukan maupun bangunan penunjang. Tetapi juga wajib mengandung nilai edukasi yang dapat menambah wawasan masyarakat. (adv)
Editor: Erwin