sponsor

Kamis, 16/07/2026

Melimpah Saat Bangai, Perikanan Muara Beloan Jadi Penopang Ekonomi Warga

Kamis, 16/07/2026

Warga Muara Beloan memilah hasil tangkapan ikan saat musim bangai (Dok Kampung Muara Beloan)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

sponsor

Melimpah Saat Bangai, Perikanan Muara Beloan Jadi Penopang Ekonomi Warga

Kamis, 16/07/2026

logo

Warga Muara Beloan memilah hasil tangkapan ikan saat musim bangai (Dok Kampung Muara Beloan)

Penulis : Kusmas Riadi

KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Musim bangai kembali membawa berkah bagi masyarakat Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat. Melimpahnya hasil tangkapan ikan air tawar pada musim tersebut menjadi penopang ekonomi warga, terutama bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan mata pencaharian pada sektor perikanan.

Bangai merupakan istilah yang digunakan masyarakat setempat untuk menyebut musim panen ikan air tawar, ketika hasil tangkapan meningkat akibat kondisi perairan yang mendukung. Momen yang umumnya berlangsung sekitar dua pekan ini selalu dinantikan warga karena mampu mendongkrak pendapatan masyarakat.

Selama musim bangai, berbagai jenis ikan air tawar seperti biawan, lais, baung, patin hingga toman lebih mudah diperoleh. Hasil tangkapan kemudian dipasarkan ke berbagai wilayah di Kubar, bahkan hingga kabupaten sekitar, sehingga memberikan nilai ekonomi yang cukup besar bagi para nelayan.

Ramainya aktivitas penangkapan ikan juga berdampak pada sektor usaha lainnya. Pedagang ikan, penyedia jasa angkutan sungai dan darat, hingga pelaku usaha pengolahan ikan ikut merasakan peningkatan pendapatan. Tingginya aktivitas jual beli selama musim panen membuat perputaran ekonomi masyarakat di Muara Beloan semakin bergeliat.

Dibalik nilai ekonominya, musim bangai juga menjadi tradisi yang mempererat kebersamaan masyarakat. Warga saling membantu mulai dari proses penangkapan, pengangkutan, hingga pemasaran hasil tangkapan. Tradisi yang telah diwariskan turun-temurun tersebut kini menjadi bagian dari identitas masyarakat Muara Beloan.

Petinggi Kampung Muara Beloan, Rudy Suhartono, mengatakan potensi perikanan yang dimiliki wilayahnya merupakan aset besar yang harus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat.

"Musim bangai menjadi bukti bahwa Muara Beloan memiliki sumber daya perikanan yang sangat melimpah. Potensi ini bukan hanya memberikan penghasilan bagi para nelayan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat secara luas. Banyak sektor usaha yang ikut tumbuh ketika musim panen ikan berlangsung," kata Rudy kepada Korankaltim.com, Kamis (16/7/2026).

Pemerintah kampung berkomitmen menjaga kelestarian sumber daya perikanan agar potensi tersebut tetap terjaga sekaligus mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

"Kami ingin Muara Beloan tidak hanya dikenal karena musim bangainya, tetapi juga menjadi sentra perikanan air tawar yang mampu menopang perekonomian masyarakat secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang baik, potensi ini dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan warga, sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah," sebut Rudy.

Dukungan pemerintah diharapkan terus diperkuat melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan akses pemasaran, serta pembinaan bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan. Menurutnya, langkah tersebut akan semakin memperkuat sektor perikanan Muara Beloan sebagai salah satu potensi unggulan Kubar.

Sementara itu, salah seorang warga Muara Beloan, Nuay, mengatakan musim bangai selalu menjadi momen yang dinanti masyarakat. Selain memberikan hasil tangkapan yang melimpah, musim tersebut juga menjadi kesempatan bagi banyak warga untuk memperoleh tambahan penghasilan.

Menurut Nuay, musim bangai biasanya berlangsung sekitar setengah bulan, meski lamanya bergantung pada kondisi cuaca dan tinggi rendahnya debit air.

"Kalau musim bangai biasanya sekitar setengah bulan. Selama itu hasil tangkapan ikan cukup melimpah, sehingga banyak warga turun mencari ikan. Hasilnya bisa dijual ke pengepul maupun langsung ke pasar, sehingga pendapatan masyarakat ikut meningkat," ujarnya.

Potensi sumber daya perikanan yang dimiliki Muara Beloan dinilai masih sangat besar untuk terus dikembangkan. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, dukungan infrastruktur, serta akses pemasaran yang semakin luas, sektor perikanan air tawar di kampung tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kubar. (adv)

sponsor

Melimpah Saat Bangai, Perikanan Muara Beloan Jadi Penopang Ekonomi Warga

Kamis, 16/07/2026

Warga Muara Beloan memilah hasil tangkapan ikan saat musim bangai (Dok Kampung Muara Beloan)

Share

Berita Terkait