
Kamis, 16/07/2026
Kamis, 16/07/2026
Penugasan Guru Muda Garda Depan Angkatan VII dan pengukuhan Guru Pengubah. (Foto: Adi/Korankaltim.com)

Kamis, 16/07/2026

Penugasan Guru Muda Garda Depan Angkatan VII dan pengukuhan Guru Pengubah. (Foto: Adi/Korankaltim.com)
Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus diperkuat melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kubar dan Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA MDR).
Komitmen tersebut ditandai dengan serah terima penugasan Guru Muda Garda Depan (GMGD) Angkatan VII dan pengukuhan Guru Pengubah di Ruang Diklat Kantor Bupati Kubar, Kamis (16/7/2026).
Sekretaris Pengurus Yayasan Astra-YPA MDR, Wedijanto Widarso, mengatakan penugasan GMGD dan pengukuhan Guru Pengubah merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program Semangat Indonesia Cerdas.
Menurutnya, Guru Pengubah dipersiapkan sebagai penggerak perubahan di sekolah agar mampu meningkatkan prestasi, menjaga keberlanjutan program, sekaligus menyebarluaskan praktik-praktik baik dalam proses pembelajaran.
“Guru Pengubah merupakan inisiatif strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan. Mereka diharapkan mampu mendorong prestasi sekolah, memastikan keberlanjutan program, serta menyebarkan praktik baik ke lingkungan yang lebih luas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, GMGD merupakan tenaga pendamping yang bertugas mendukung sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat manajemen sekolah, membantu percepatan adaptasi teknologi pendidikan, hingga menjadi penghubung berbagai program pembinaan yang dijalankan Yayasan Astra–YPA MDR.
Program Semangat Indonesia Cerdas telah dijalankan yayasan selama 17 tahun dan kini menjangkau 184 sekolah negeri di 18 kabupaten pada sembilan provinsi. Melalui program tersebut, lebih dari 2.000 guru mendapat pendampingan dengan manfaat yang dirasakan lebih dari 40 ribu peserta didik.
Di Kubar, tahun ini enam GMGD ditugaskan mendampingi sekolah binaan, sementara sembilan Guru Pengubah dikukuhkan untuk memperkuat transformasi pendidikan. Tahun 2026 juga menjadi tahun terakhir pelaksanaan program GMGD di daerah tersebut.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Kubar, Sekretaris Daerah Erick Victory menyambut baik kehadiran para guru muda tersebut. Menurutnya, GMGD merupakan putra-putri terbaik yang memilih mengabdikan diri di garis depan pendidikan dengan membawa semangat untuk membantu mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedalaman.
“Kehadiran para GMGD sangat kami nantikan untuk memotong jarak ketimpangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedalaman. Mereka diharapkan mampu membawa semangat baru sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah di Kubar,” katanya.
Erick menegaskan, Guru Pengubah bukan sekadar gelar, melainkan amanah untuk menjadi motor penggerak terciptanya lingkungan belajar yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Karena itu, para guru diharapkan mampu menghadirkan metode pembelajaran yang kreatif serta menjadi inspirasi bagi rekan-rekan sesama pendidik.
Ia menambahkan, Pemkab Kubar terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan karena pembangunan tidak hanya ditopang oleh sarana dan prasarana, tetapi juga kualitas sumber daya manusia. Untuk itu, para GMGD diharapkan dapat segera beradaptasi dengan kearifan lokal, adat istiadat, dan karakter masyarakat di wilayah penugasan.
Pada kesempatan itu, Erick juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, camat, petinggi, serta kepala sekolah memberikan pendampingan kepada para guru muda agar dapat menjalankan tugas pengabdian secara optimal dan memberi dampak nyata bagi kemajuan pendidikan di Kubar. (Adv)
Editor: Erwin

Kamis, 16/07/2026
Penugasan Guru Muda Garda Depan Angkatan VII dan pengukuhan Guru Pengubah. (Foto: Adi/Korankaltim.com)
TERPOPULER