Kamis, 16/07/2026

DPRD Berau Apresiasi PPM PT Berau Coal, Dorong Penguatan Ekonomi Pascatambang

Kamis, 16/07/2026

Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto bersama anggota DPRD meninjau Pabrik Berau Cocoa dalam kunjungan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau Coal. (Foto: Dok.Berau Coal)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

DPRD Berau Apresiasi PPM PT Berau Coal, Dorong Penguatan Ekonomi Pascatambang

Kamis, 16/07/2026

logo

Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto bersama anggota DPRD meninjau Pabrik Berau Cocoa dalam kunjungan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau Coal. (Foto: Dok.Berau Coal)

Penulis: Indri

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Komitmen PT Berau Coal dalam menyiapkan fondasi ekonomi pascatambang melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) mendapat apresiasi dari DPRD Kabupaten Berau. 

Hal itu terlihat saat Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto bersama jajaran anggota DPRD melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi pelaksanaan program PPM PT Berau Coal, Selasa (14/7/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi DPRD untuk melihat secara langsung berbagai program pemberdayaan yang telah dijalankan perusahaan, mulai dari pengembangan perkebunan kakao, industri pengolahan hasil pertanian, pendidikan vokasi, hingga penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Rombongan mengunjungi Kebun Kakao PT Berau Coal di Kampung Samburakat, Pabrik Berau Cocoa, Politeknik Sinar Mas Berau Coal, serta Rumah Kemas Batiwakkal yang menjadi bagian dari implementasi program PPM perusahaan.

Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi pemberdayaan yang dikembangkan PT Berau Coal.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan.

“Program PPM-nya sangat bagus, terutama pengembangan UMKM dan perkebunan kakao yang memiliki prospek besar,” ujarnya.

Ia juga menilai keberadaan Politeknik Sinar Mas Berau Coal menjadi investasi penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Berau. Lulusan perguruan tinggi vokasi tersebut dinilai memiliki peluang besar terserap di dunia industri.

Dedy berharap manfaat program PPM dapat terus diperluas sehingga tidak hanya dirasakan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, tetapi juga menjangkau masyarakat Berau secara lebih luas.

Sementara itu, General Manager Operational Support & Relations PT Berau Coal, Cahyo Andrianto, menjelaskan bahwa pengembangan sektor perkebunan, khususnya kakao, merupakan salah satu fokus utama program PPM perusahaan. Langkah tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Berau dalam menyiapkan ekonomi yang lebih beragam dan berkelanjutan.

“Pengembangan kakao menjadi salah satu sektor unggulan yang terus kami dukung sebagai bagian dari persiapan ekonomi pascatambang,” katanya.

Ia mengungkapkan, hingga kini PT Berau Coal telah mendampingi pengembangan kebun kakao baru seluas 788 hektare serta merehabilitasi sekitar 150 hektare kebun kakao lama di wilayah Suaran, Merasa, dan Kelay. Secara keseluruhan, sekitar 1.400 petani telah memperoleh pendampingan intensif melalui program tersebut.

Pendampingan tidak hanya berupa bantuan bibit, tetapi juga pelatihan melalui Sekolah Lapang, penerapan Good Agricultural Practices (GAP), penyediaan kompos, hingga pendampingan teknis secara berkelanjutan.

Salah seorang petani kakao dampingan PT Berau Coal, Hamka, mengaku merasakan manfaat nyata dari program tersebut.

“Pendampingannya menyeluruh, mulai dari pelatihan hingga kebutuhan di kebun terus dipantau,” ungkapnya.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Pabrik Berau Cocoa yang menjadi pusat pengolahan hasil panen petani binaan. Di lokasi tersebut, rombongan DPRD turut menyaksikan pelepasan lima ton biji kakao fermentasi yang dikirim ke PT Wahana Interfood sebagai bahan baku industri cokelat nasional.

Cocoa Trading Section Head Berau Cocoa, M. Issaef Sabana, menjelaskan bahwa seluruh proses dilakukan secara terstandar mulai dari penerimaan biji kakao basah, fermentasi, pengeringan, grading, hingga pengemasan sebelum dikirim kepada pembeli.

Ia menjelaskan sebagian besar kakao yang diterima dari petani masih berupa biji basah. Selanjutnya dilakukan proses fermentasi, pengeringan, grading, hingga pengemasan sebelum dikirim ke industri pengolahan.

“Hari ini kami mengirim sekitar lima ton biji kakao fermentasi ke PT Wahana Interfood. Semoga sinergi ini terus terjaga,” tandasnya. (Adv)

Editor: Erwin

DPRD Berau Apresiasi PPM PT Berau Coal, Dorong Penguatan Ekonomi Pascatambang

Kamis, 16/07/2026

Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto bersama anggota DPRD meninjau Pabrik Berau Cocoa dalam kunjungan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau Coal. (Foto: Dok.Berau Coal)

Share

Berita Terkait