Jumat, 04/09/2026

Karhutla Ancam Sumber Air Perumda Batiwakkal, 43.530 Pelanggan Jadi Perhatian

Jumat, 04/09/2026

Perumda Air Minum Batiwakkal menjadi salah satu objek pemantauan pelayanan publik di tengah ancaman karhutla di Kabupaten Berau. (Indri/Korankaltim.com).

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Karhutla Ancam Sumber Air Perumda Batiwakkal, 43.530 Pelanggan Jadi Perhatian

Jumat, 04/09/2026

logo

Perumda Air Minum Batiwakkal menjadi salah satu objek pemantauan pelayanan publik di tengah ancaman karhutla di Kabupaten Berau. (Indri/Korankaltim.com).

Penulis: Indri

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya berdampak terhadap kualitas udara dan lingkungan. Kondisi tersebut juga berpotensi menekan keberlangsungan pelayanan air minum bagi puluhan ribu pelanggan di Kabupaten Berau.

Hal itu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), khususnya Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), yang terus memperkuat pemantauan terhadap isu-isu publik yang berpotensi mengganggu pelayanan masyarakat.

Salah satu instansi yang menjadi sasaran penggalian informasi ialah Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau. Tim IKP Diskominfo Berau menggali informasi terkait kesiapan perusahaan menghadapi berbagai kondisi yang dapat memengaruhi pelayanan, termasuk dampak karhutla dan persoalan bahan bakar minyak (BBM).

Perumda Batiwakkal memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan air minum masyarakat. Berdasarkan informasi pada portal resmi perusahaan, jumlah pelanggan Perumda Batiwakkal tercatat sekitar 43.530 sambungan pada 2026.

Besarnya cakupan pelayanan tersebut membuat keberadaan sumber air, proses produksi, hingga jaringan distribusi menjadi bagian penting yang perlu dijaga, terutama di tengah kondisi lingkungan yang menghadapi ancaman karhutla.

Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau, Saipul Rahman, mengatakan karhutla perlu dipandang sebagai persoalan yang dapat berkaitan dengan keberlangsungan pelayanan air minum.

“Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kondisi sumber air,” ujar Saipul.

Menurutnya, kondisi lingkungan di sekitar sumber air perlu mendapat perhatian karena pelayanan air minum bergantung pada rantai yang saling berkaitan, mulai dari ketersediaan air baku, proses pengolahan, jaringan distribusi hingga operasional di lapangan.

Perumda Batiwakkal pun terus berupaya menjaga kualitas dan kontinuitas pelayanan sekaligus mengantisipasi kondisi yang berpotensi mengganggu operasional perusahaan.

Saipul juga mengajak masyarakat tidak memandang pencegahan karhutla sebagai tanggung jawab pemerintah semata. Aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu kebakaran perlu dihindari untuk menjaga lingkungan dan sumber daya air.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama mencegah kebakaran dan menjaga lingkungan,” katanya.

Dengan jumlah pelanggan yang mencapai puluhan ribu sambungan, keberlanjutan pelayanan Perumda Batiwakkal menjadi kepentingan publik yang membutuhkan dukungan pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.

Karena itu, pencegahan karhutla dinilai bukan sekadar upaya menjaga kawasan hutan dan lahan, melainkan juga bagian dari menjaga keberlangsungan sumber daya yang menopang kebutuhan dasar masyarakat Berau.

“Kalau sumber air dan lingkungan kita jaga, pelayanan kepada masyarakat juga bisa terus berjalan dengan baik,” tandasnya. 

Karhutla Ancam Sumber Air Perumda Batiwakkal, 43.530 Pelanggan Jadi Perhatian

Jumat, 04/09/2026

Perumda Air Minum Batiwakkal menjadi salah satu objek pemantauan pelayanan publik di tengah ancaman karhutla di Kabupaten Berau. (Indri/Korankaltim.com).

Share

Berita Terkait