Kamis, 03/09/2026

ISPA di Berau Melonjak Tiga Kali Lipat, Kabut Asap Karhutla Mulai Tekan Fasilitas Kesehatan 

Kamis, 03/09/2026

Wakil Bupati Berau Gamalis saat meninjau pelayanan dan kondisi pasien di puskesmas Bugis di Kecamatan Tanjung Redeb, Kamis (3/9/2026). (Indri/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

ISPA di Berau Melonjak Tiga Kali Lipat, Kabut Asap Karhutla Mulai Tekan Fasilitas Kesehatan 

Kamis, 03/09/2026

logo

Wakil Bupati Berau Gamalis saat meninjau pelayanan dan kondisi pasien di puskesmas Bugis di Kecamatan Tanjung Redeb, Kamis (3/9/2026). (Indri/Korankaltim.com)

Penulis: Indri

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menunjukkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Berau. Salah satu indikatornya terlihat dari melonjaknya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sejumlah fasilitas kesehatan.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menemukan peningkatan tersebut saat meninjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Tanjung Redeb dan Puskesmas Kampung Bugis, Kamis (3/9/2026).

Dalam kunjungan itu, Gamalis menyoroti perubahan posisi ISPA dalam daftar penyakit yang paling banyak ditangani puskesmas. Jika sebelumnya berada di peringkat kedelapan atau kesembilan dari 10 penyakit terbanyak, kini ISPA telah menempati posisi kedua, setelah hipertensi.

Lebih mengkhawatirkan, peningkatan kasus tersebut terjadi ketika kualitas udara di Berau tengah terdampak kabut asap.

“Dari dua puskesmas yang kami kunjungi, terjadi kenaikan kasus ISPA hingga tiga kali lipat,” ujar Gamalis.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak dapat dilepaskan dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Berau. Kabut asap yang menyelimuti permukiman berpotensi meningkatkan paparan partikel halus yang berbahaya bagi sistem pernapasan.

Gamalis juga menyampaikan hasil pengukuran kualitas udara menggunakan alat ukur partikel debu di dalam ruangan. Dari pengukuran tersebut, kadar PM2.5 tercatat mencapai 85, atau sekitar tiga kali lipat dibandingkan standar normal.

“PM2.5 merupakan partikel halus yang dapat masuk hingga ke saluran pernapasan dan paru-paru,” katanya.

Tidak hanya PM2.5, kadar PM10 juga disebut mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan kondisi normal.

Situasi tersebut menjadi perhatian karena kelompok masyarakat dengan penyakit bawaan, terutama penderita asma, memiliki risiko lebih besar mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Gamalis menyebut, beberapa pasien yang mendapatkan penanganan di puskesmas mengalami gangguan pernapasan yang berkaitan langsung dengan paparan asap.

“Beberapa pasien di puskesmas terbukti mengalami gangguan pernapasan langsung akibat paparan asap,” terangnya.

Di tengah ancaman peningkatan kasus, pemerintah daerah memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan. Ketersediaan obat-obatan di puskesmas disebut masih aman untuk memenuhi kebutuhan pasien.

Pemkab Berau juga memberikan perhatian terhadap ketersediaan oksigen. Persediaan tersebut terus dipantau dan disiagakan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan pasien dengan gangguan pernapasan.

“Ketersediaan oksigen dipastikan terus dipantau dan dalam kondisi standby,” katanya.

Ia menegaskan, penanganan dampak kabut asap tidak hanya menjadi tanggung jawab fasilitas kesehatan. Masyarakat juga diminta melakukan pencegahan secara mandiri dengan mengurangi paparan asap.

Warga diimbau menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah dan mengurangi kegiatan di luar ruangan selama kualitas udara belum kembali normal.

“Kami mengimbau warga untuk tetap menggunakan masker dan mengurangi kegiatan di luar rumah,” pungkasnya.

ISPA di Berau Melonjak Tiga Kali Lipat, Kabut Asap Karhutla Mulai Tekan Fasilitas Kesehatan 

Kamis, 03/09/2026

Wakil Bupati Berau Gamalis saat meninjau pelayanan dan kondisi pasien di puskesmas Bugis di Kecamatan Tanjung Redeb, Kamis (3/9/2026). (Indri/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait