Kamis, 03/09/2026

BBM Sulit Didapat, Karhutla Tak Kunjung Padam: Mahasiswa Desak Pemkab Berau Bertindak

Kamis, 03/09/2026

Massa Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Kabupaten Berau menyampaikan aspirasi terkait kelangkaan BBM dan karhutla dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Berau, Kamis (3/9/2026). (Indri/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

BBM Sulit Didapat, Karhutla Tak Kunjung Padam: Mahasiswa Desak Pemkab Berau Bertindak

Kamis, 03/09/2026

logo

Massa Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Kabupaten Berau menyampaikan aspirasi terkait kelangkaan BBM dan karhutla dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Berau, Kamis (3/9/2026). (Indri/Korankaltim.com)

Penulis: Indri

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi dua persoalan yang kembali memicu keresahan masyarakat Kabupaten Berau. 

Puluhan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Kabupaten Berau turun ke jalan dan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Berau, Kamis (3/9/2026).

Sekitar 25 orang mengikuti aksi tersebut. Mereka menilai persoalan BBM tidak cukup hanya dijelaskan dari sisi ketersediaan pasokan, sebab masyarakat masih menghadapi antrean dan kesulitan mendapatkan BBM di lapangan.

Aksi dimulai sekitar pukul 09.55 Wita dari halaman Masjid Agung, Jalan Apt Pranoto, Kelurahan Gayam, Kecamatan Tanjung Redeb. Massa kemudian berjalan kaki menuju Kantor Bupati Berau dan tiba sekitar pukul 10.37 Wita.

Setibanya di depan Kantor Bupati Berau, massa menyampaikan sejumlah tuntutan melalui orasi. Persoalan BBM menjadi salah satu sorotan utama.

Koordinator lapangan aksi, Muhammad Asry J, mengatakan aksi tersebut bukan sekadar penyampaian sikap, melainkan bentuk keresahan yang turut dirasakan masyarakat.

“Kami juga merasakan apa yang dirasakan masyarakat Berau,” ujarnya.

Menurut massa, pemerintah perlu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi distribusi BBM, termasuk apabila terdapat persoalan pada rantai penyaluran hingga tingkat stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Mereka juga mendesak adanya pengawasan lebih ketat terhadap dugaan penimbunan dan penyalahgunaan BBM yang dinilai dapat memperburuk antrean serta mengganggu pemerataan distribusi.

Selain BBM, karhutla turut menjadi perhatian. Massa meminta pemerintah tidak menjadikan kondisi cuaca sebagai satu-satunya alasan sulitnya pengendalian kebakaran.

Kabut asap yang muncul akibat karhutla dinilai telah memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat. Karena itu, pemerintah diminta memperkuat langkah pencegahan dan penanganan di lapangan.

Sekitar pukul 11.56 Wita, massa memasuki halaman Kantor Bupati Berau untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Mereka diterima jajaran pemerintah daerah bersama perwakilan Pertamina Patra Niaga.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa dan masyarakat kembali mempertanyakan penyebab sulitnya memperoleh BBM serta meminta kepastian langkah pemerintah dalam mengatasi persoalan tersebut.

Massa juga meminta dapat bertemu langsung dengan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, untuk menyampaikan tuntutan mereka.

Asisten II Setda Berau, Mustakim Suharjana, mengatakan pemerintah daerah menghargai kritik dan aspirasi yang disampaikan massa.

“Tentunya kritik dan saran diterima oleh Pemda,” katanya.

Ia menjelaskan, penanganan karhutla dilakukan melalui Tim Satgas Karhutla dengan melibatkan sejumlah unsur terkait. Sementara persoalan BBM akan dibahas bersama Diskoperindag dan Pertamina untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi distribusi serta ketersediaan pasokan di Berau.

Mustakim juga menyebut telah berkomunikasi dengan bupati terkait permintaan audiensi tersebut. Menurutnya, Bupati Berau tidak menolak untuk bertemu dengan massa.

“Bupati sudah meminta Prokopim mengatur pertemuan dengan mahasiswa,” ujarnya.

Asisten I Setda Berau, M Hendratno, menambahkan pemerintah daerah terbuka terhadap aspirasi masyarakat. Penanganan karhutla, kata dia, terus dilakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pemangku kepentingan lainnya.

Pemantauan juga dilakukan di sejumlah wilayah yang dinilai membutuhkan perhatian. Namun, kondisi cuaca dan arah angin menjadi tantangan dalam pengendalian api, khususnya pada kawasan dengan kondisi lahan yang kering.

“Upaya kami, mohon dukungan untuk berdoa, kita minta hujan. Tapi itulah posisi Berau, El Nino,” katanya.

Meski demikian, Hendratno memastikan pemerintah tetap mengerahkan personel untuk melakukan pemantauan dan penanganan karhutla di wilayah masing-masing. Ia juga memastikan pintu komunikasi pemerintah daerah tetap terbuka bagi masyarakat.

“Bupati pastinya akan menerima dan bertemu dengan semua masyarakatnya,” tandasnya.

Editor: Erwin

BBM Sulit Didapat, Karhutla Tak Kunjung Padam: Mahasiswa Desak Pemkab Berau Bertindak

Kamis, 03/09/2026

Massa Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Kabupaten Berau menyampaikan aspirasi terkait kelangkaan BBM dan karhutla dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Berau, Kamis (3/9/2026). (Indri/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait