Jumat, 12/06/2026
Jumat, 12/06/2026
Kepala Disbudpar Berau bersama panitia, penyelenggara, dan awak media berfoto bersama usai konferensi pers Maratua Music Festival 2026 di Tanjung Redeb, Kamis (12/6/2026). (Indri/Korankaltim.com)
Jumat, 12/06/2026

Kepala Disbudpar Berau bersama panitia, penyelenggara, dan awak media berfoto bersama usai konferensi pers Maratua Music Festival 2026 di Tanjung Redeb, Kamis (12/6/2026). (Indri/Korankaltim.com)
Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau tetap melaksanakan Maratua Music Festival (M2F) 2026 dengan alokasi anggaran sekitar Rp700 juta.
Festival tersebut diposisikan bukan sekadar sebagai ajang hiburan, melainkan sebagai strategi promosi pariwisata jangka panjang bagi daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan sektor pariwisata tetap menjadi prioritas karena diproyeksikan sebagai salah satu penopang ekonomi daerah pada masa mendatang.
“Kami tetap menerapkan prinsip efisiensi, tetapi promosi pariwisata harus tetap berjalan karena menjadi investasi jangka panjang daerah,” ujarnya saat menggelar press conference Maratua Musik Festival Tahun 2026 di Hotel Palmy Exclusive, Jumat (12/6/2026).
M2F 2026 merupakan kelanjutan dari festival yang telah digelar pada tahun sebelumnya. Namun, konsep tahun ini diperluas dengan menggabungkan unsur musik, budaya, ekonomi kreatif, dan lingkungan dalam satu rangkaian kegiatan.
“Kami ingin memadukan seni musik dan seni budaya dalam satu rangkaian kegiatan,” katanya.
Berbeda dengan tahun lalu yang lebih berfokus pada konser musik malam hari, M2F 2026 akan berlangsung selama lima hari, mulai 30 Juni hingga 4 Juli 2026, dengan agenda kegiatan sejak siang hingga malam.
Festival ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, komunitas lokal, pengelola resort, hingga perwakilan dari 13 kecamatan di Kabupaten Berau. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah tersebut diharapkan mampu memperkuat promosi potensi daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Sejumlah kegiatan budaya yang disiapkan antara lain ritual adat Tolak Bala masyarakat Bajau, pelatihan kulintangan, lomba tari daerah, lomba karaoke Maratua Magdendang, hingga pertunjukan musik sape sebagai sarana memperkenalkan budaya Dayak kepada wisatawan.
Selain itu, bazar UMKM akan menjadi salah satu agenda utama dengan melibatkan pelaku usaha lokal, Dekranasda, resort, dan perwakilan kecamatan.
Tak hanya mengangkat budaya dan ekonomi kreatif, M2F 2026 juga membawa pesan pelestarian lingkungan. Berbagai kegiatan konservasi dijadwalkan berlangsung selama festival, seperti aksi bersih pantai, penanaman pohon, dan pelepasan tukik bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
“Kami ingin ada perpaduan antara musik, budaya, dan lingkungan dalam satu kegiatan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Untuk menarik perhatian wisatawan, penyelenggara juga menghadirkan sejumlah artis nasional, di antaranya Arvian Dwi dan Stevan Pasaribu, yang akan tampil pada malam puncak festival. Selain itu, para pengisi acara juga akan diajak mengikuti kegiatan island hopping dan produksi konten promosi destinasi wisata Berau.
Yudha menegaskan kehadiran musisi nasional bukan tujuan utama festival. Menurutnya, konser musik hanya menjadi sarana untuk memperluas jangkauan promosi destinasi wisata, khususnya Pulau Maratua.
“Musiknya merupakan pelengkap. Yang utama adalah promosi wisata. Karena itu kami memilih artis yang bersedia ikut mempromosikan destinasi wisata Berau melalui konten dan pengalaman langsung mereka di lapangan,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Jumat, 12/06/2026
Kepala Disbudpar Berau bersama panitia, penyelenggara, dan awak media berfoto bersama usai konferensi pers Maratua Music Festival 2026 di Tanjung Redeb, Kamis (12/6/2026). (Indri/Korankaltim.com)
TERPOPULER