Acara tersebut dibuka Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas didampingi Wakil Bupati Berau, Gamalis serta mantan Bupati Berau, Makmur HAPK dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Sri Juniarsih Mas mengatakan, tradisi Manguati Banua merupakan bagian dari adat istiadat serta kebudayaan Berau yang harus dipertahankan sampai saat ini.
Tradisi Manguati Banua ini menjadi awal dari seluruh rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Berau yang berisi kegiatan doa Bersama agar Berau senantiasa diberikan keselamatan dan terhindar dari segala bentuk marabahaya.
Sri juga mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan kepada Kesultanan Sambaliung,
Kesultanan Gunung Tabur, para pemangku adat kesultanan, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama berkat terselenggaranya kegiatan ini.
"Saya pun mendorong jajaran Disbudpar bersama perangkat terkait untuk terus melakukan pembinaan dan program-program yang inovatif untuk kebudayaan," ungkapnya.
Dia mencontohkan seperti menginventarisir ajang budaya, jalin komunikasi dengan masyarakat adat secara berkesinambungan dan memberikan dukungan maksimal sesuai dengan sumber daya yang tersedia.
Ia pun berharap kampung budaya di Berau terus dikembangkan. Sehingga, destinasi wisata Berau, tidak hanya berorientasi pada wisata alam bahari atau kekayaan alam bawah lautnya. Tetapi juga wisata budaya yang masih dilestarikan turun-temurun dan menjadi ciri khas daerah tersebut seperti adat Manguati Banua ini.
Editor: Maruly Zainuddin