Kamis, 16/07/2026
Kamis, 16/07/2026
Salah satu kebakaran lahan yang terjadi di Samarinda (Dok. BPBD Kota Samarinda)
Kamis, 16/07/2026

Salah satu kebakaran lahan yang terjadi di Samarinda (Dok. BPBD Kota Samarinda)
Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda mencatat sebanyak 23 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi sejak Januari hingga Juli 2026.
Memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung sepanjang Juli hingga Agustus, BPBD meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi bertambahnya kebakaran.
Kepala BPBD Kota Samarinda Suwarso mengatakan, seluruh personel dan jaringan penanganan bencana telah disiagakan. Langkah tersebut dilakukan menyusul prediksi cuaca panas yang semakin meningkat serta potensi dampak fenomena El Nino terhadap risiko kebakaran.
“Di awal Juli sampai Agustus diprediksi menjadi puncak panas. Dari Kementerian Lingkungan Hidup juga sudah mengingatkan adanya bahaya El Nino yang bisa berdampak pada kebakaran, termasuk di TPA yang perlu diwaspadai,” ujar Suwarso, Kamis (16/7/2026).
Data BPBD menunjukkan, 23 kejadian karhutla tersebut menghanguskan lahan seluas sekitar 11 ribu meter persegi. Kebakaran tersebar di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Sungai Pinang, Sambutan, Palaran, dan Sungai Kunjang. Mayoritas kejadian dipicu aktivitas manusia, mulai dari pembukaan lahan dengan cara dibakar, pembakaran sampah yang merembet ke semak belukar, hingga dugaan pembakaran sengaja oleh pihak yang belum diketahui.
“Kejadian di Perumahan Artas menjadi pengingat bahwa kebakaran lahan bisa dengan cepat meluas dan mengancam permukiman. Karena itu, kami mengajak masyarakat tidak membuka lahan maupun membakar sampah agar risiko kebakaran dapat dicegah sejak dini,” katanya.
BPBD telah memetakan sejumlah wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi sebagai prioritas pengawasan selama musim kemarau, di antaranya Kecamatan Sambutan, Sungai Kunjang, dan Palaran. Koordinasi juga diperkuat bersama Disdamkarmat dan Manggala Agni untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.
“Kalau terjadi kebakaran lahan, semua sudah siap bergerak. Tinggal kita kirim titik koordinat, nanti langsung ditindaklanjuti bersama,” jelas Suwarso.
Selain meningkatkan kesiapsiagaan personel, BPBD terus mengedukasi masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api sehingga kebakaran dapat ditangani sejak dini dan tidak meluas ke kawasan permukiman maupun fasilitas umum.
Editor: Erwin
Kamis, 16/07/2026
Salah satu kebakaran lahan yang terjadi di Samarinda (Dok. BPBD Kota Samarinda)
TERPOPULER