Jumat, 10/07/2026

Ombak Hantam Pesisir Klandasan Balikpapan, Tiga Rumah Hancur, Dua Bayi Tercebur Selamat

Jumat, 10/07/2026

Kondisi sisa puing bangunan milik warga di Gang PDI RT 09 Klandasan Ulu pasca dihantam gelombang pasang, Jumat (10/7). (Foto: Januar/Korankaltim)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Ombak Hantam Pesisir Klandasan Balikpapan, Tiga Rumah Hancur, Dua Bayi Tercebur Selamat

Jumat, 10/07/2026

logo

Kondisi sisa puing bangunan milik warga di Gang PDI RT 09 Klandasan Ulu pasca dihantam gelombang pasang, Jumat (10/7). (Foto: Januar/Korankaltim)

Penulis: Muhammad Solih Januar

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Warga yang bermukim di Gang PDI RT 09 Kelurahan Klandasan Ulu, Kota Balikpapan Jumat (10/7/2026) pagi tadi dibuat panik saat gelombang pasang setinggi tiga meter menghantam tempat tinggal mereka selama ini.

Tanpa ada tanda-tanda atau peringatan, sekitar pukul 04.44 WITA, tiga rumah warga ambruk ke laut, memaksa para penghuninya berjuang menyelamatkan diri di tengah air. Suriyani Ningsih alias Atun satu diantara pemilik rumah yang mengalami musibah itu. 

Saat rumah mulai bergoyang hebat karena tiang penyangga patah, sepuluh orang yang sedang berkumpul di ruang tamu termasuk bayi berusia 4 bulan Aisah dan batita yaiyu Yasmin, ikut terjun ke air karena bangunan tiba-tiba amblas.

"Setengah jam sebelum pecah itu saya sudah nyuruh keluarga keluar. Saya bilang keluarin motor, barang-barang di dapur juga kami amankan. Pas kejadian, kami semua di ruang tamu akhirnya nyemplung ke air," kata Atun.

Atun pun langsung berusaha keluar dari derasnya ombak, air itu memiliki ketinggian hingga sedada orang dewasa.  "Untungnya atap rumah tidak langsung menimpa kami," tutur Atun.

Meski sempat mengalami luka lecet terkena paku dan serpihan seng saat berjuang keluar dari air, Atun mengaku sangat bersyukur.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, anak-anaknya dinyatakan dalam kondisi sehat. "Alhamdulillah, anak-anak sehat. Itu saja yang bikin saya tenang sekarang," ucapnya.

Ketua RT 09 Sukandar menuturkan, total ada empat rumah yang terdampak, tiga diantaranya hancur total dan satu lainnya dalam kondisi rawan. Rmah yang hancur adalah milik keluarga Misnan/Zainah, keluarga Syamsudin/Atun, dan keluarga Hendra/Mustika Sari.

"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa, nihil. Semuanya selamat berkat kesigapan warga dan pihak terkait," ujar Sukandar.

Prioritas saat ini adalah logistik dan pakaian, terutama bagi anak-anak usia sekolah seperti Kusna, Ageng, Ambar, dan Kenji yang perlengkapannya habis terendam air.

Camat Balikpapan Kota Rosin Suparlan yang meninjau lokasi bersama Babinsa, Trantib dan Ketua LPM, menyatakan pemerintah sedang memproses bantuan darurat.

"Rencana akan dibangunkan tenda darurat. Untuk bantuan logistik saat ini kami himpun secara swadaya dari karyawan kecamatan dan kelurahan agar bisa segera diterima warga. Karena ini daerah di atas air yang rawan, kami akan segera rapatkan dengan tim untuk langkah penanganan selanjutnya, apakah memungkinkan dibangun kembali atau ada opsi lain," jelas Rosin.

Saat ini, para korban masih berada di rumah kerabat terdekat untuk pemulihan, sembari menunggu koordinasi lebih lanjut terkait penampungan sementara dari pemerintah daerah.

Editor: Aspian Nur

Ombak Hantam Pesisir Klandasan Balikpapan, Tiga Rumah Hancur, Dua Bayi Tercebur Selamat

Jumat, 10/07/2026

Kondisi sisa puing bangunan milik warga di Gang PDI RT 09 Klandasan Ulu pasca dihantam gelombang pasang, Jumat (10/7). (Foto: Januar/Korankaltim)

Share

Berita Terkait