Selasa, 30/06/2026
Selasa, 30/06/2026
Dengan penerangan seadanya, Surti masih menunggu pembeli mampir di warung sederhananya. (Foto: Januar/Korankaltim.com)
Selasa, 30/06/2026

Dengan penerangan seadanya, Surti masih menunggu pembeli mampir di warung sederhananya. (Foto: Januar/Korankaltim.com)
Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Sambil sesekali membenahi posisi sebatang lilin yang menjadi satu-satunya sumber penerangan di warungnya, Surti masih setia menunggu dan berharap ada pelanggan yang sudi mampir berbelanja pada Selasa, (30/6/2026) malam.
Pedagang warung kelontong di kawasan Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 3, Balikpapan Utara ini merupakan satu dari sekian banyak pelaku UMKM yang terpaksa gigit jari akibat kebijakan pemadaman listrik bergilir yang melanda Kota Balikpapan sejak beberapa hari terakhir.
Pantauan di lapangan memperlihatkan deretan warung kelontong dan tempat usaha warga di sepanjang jalur utama tersebut terpaksa beroperasi dalam kondisi gelap gulita.
Para pedagang hanya bisa berselimut temaram alat penerangan seadanya agar toko mereka tetap terlihat buka.
Surti mengungkapkan bahwa kondisi byar-pet yang terjadi berulang kali ini membuat omzet pendapatannya menurun drastis. Suasana sekitar yang mendadak gelap gulita membuat masyarakat maupun pengendara enggan untuk mampir.
“Kalau gelap begini, orang yang mau mampir beli jadi lewat saja karena dikira warungnya tutup. Jelas ini terasa sekali dampaknya bagi kami yang usahanya kecil-kecilan begini,” ujar Surti kepada Korankaltim.com.
Selain sepi pembeli, ia juga mengkhawatirkan potensi kerusakan pada bahan-bahan makanan dagangannya yang membutuhkan suhu dingin stabil. Pemadaman yang berlangsung hingga berjam-jam membuat fungsi lemari pendingin atau kulkas di warungnya tidak berfungsi.
“Bahan makanan yang butuh kulkas dinginnya tidak masuk seperti kemarin-kemarin. Kami khawatir barang dagangan justru rusak kalau kondisi ini terus berlanjut,” tambahnya.
Kondisi padamnya listrik ini tidak hanya memukul sektor usaha mikro, tetapi juga membuat arus lalu lintas di jalur utama Kilometer 3 hingga 4 rawan kecelakaan karena pengendara hanya mengandalkan sorot lampu dari kendaraan yang melintas.
Berdasarkan data sebaran di lapangan, pemadaman yang dilakukan oleh PLN ULP Balikpapan Utara ini terbagi dalam beberapa gelombang. Sejak pukul 15.00 hingga 18.00 WITA, pemadaman menyasar kawasan industri Akses TPK Pulau Balang dan Kariangau. Memasuki pukul 18.00 hingga 21.00 WITA, pemadaman meluas ke kawasan padat penduduk termasuk Perumnas, LKMD, Jalan A.W. Syahrani, hingga Kampung Baru Ujung.
PT PLN (Persero) ULP Balikpapan Utara dalam keterangan resminya menjelaskan pengaturan operasi kelistrikan ini terpaksa dilakukan akibat adanya gangguan teknis pada komponen Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang memicu penurunan pasokan daya sistem.
Seluruh sumber daya saat ini telah dikerahkan ke lapangan untuk mempercepat proses perbaikan komponen pembangkit yang terganggu.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan dan menyatakan bahwa jadwal operasional kelistrikan masih akan menyesuaikan perkembangan realisasi ketersediaan daya di lapangan.
Editor: Erwin
Selasa, 30/06/2026
Dengan penerangan seadanya, Surti masih menunggu pembeli mampir di warung sederhananya. (Foto: Januar/Korankaltim.com)
TERPOPULER