Jumat, 26/06/2026
Jumat, 26/06/2026
Sejumlah peserta perempuan program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti rangkaian Pendidikan Dasar Militer (Diklatsarmil) di Dokdikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.(Pendam).
Jumat, 26/06/2026

Sejumlah peserta perempuan program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti rangkaian Pendidikan Dasar Militer (Diklatsarmil) di Dokdikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.(Pendam).
Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Kodam VI/Mulawarman mengonfirmasi penyebab pasti wafatnya peserta perempuan Pendidikan Dasar Militer (Diklatsarmil) program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), Anisa Muyassaroh, di Dodikjur Rindam VI/Mulawarman akibat mengalami heat stroke atau serangan panas berat.
Hasil penanganan medis resmi menunjukkan sengatan panas ekstrem tersebut memicu gangguan serius pada fungsi organ tubuh almarhumah hingga terjadi komplikasi berat yang tidak dapat tertolong.
“Almarhumah telah menjalani seluruh tahapan seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan sesuai standar yang berlaku. Hasilnya dinyatakan memenuhi syarat,” ujar Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo di Balikpapan, Jumat, (26/6/2026).
Pihak TNI memastikan seluruh rangkaian investigasi internal dan pemeriksaan medis pasca-kejadian telah rampung. Hasil ini sekaligus memperjelas informasi pada fase awal pelatihan yang sempat digali oleh tim internal Kodam.
“Materi pelatihan yang diikuti oleh para peserta pada fase tersebut sama sekali tidak melibatkan aktivitas fisik yang berat di luar ruangan. Dalam artian, lebih condong dan dominan kepada proses belajar-mengajar di dalam kelas,” kata Gatot menambahkan.
Gatot juga menegaskan penanganan darurat saat kondisi kesehatan korban menurun telah dilakukan secara maksimal oleh tim medis di lapangan sesuai dengan standardisasi prosedur penanganan kedaruratan yang berlaku.
“Melihat perkembangan yang terjadi pada yang bersangkutan tidak membaik, petugas segera melarikan dan merujuk korban ke Rumah Sakit Tentara (RST) Dokter Hardjanto Balikpapan,” jelasnya.
Gatot juga menegaskan, hanya satu peserta yang wafat di Balikpapan, sementara itu dua peserta lainnya berada di luar Balikpapan atau mengikuti pelatihan di daerah lain.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan penghormatan terakhir, jajaran Kodam VI/Mulawarman beserta Kementerian Pertahanan memfasilitasi seluruh prosesi pemulangan jenazah menuju kampung halamannya di Jawa Timur.
Pihak militer juga menerjunkan personel untuk melakukan pendampingan melekat hingga ke rumah duka agar proses pemakaman berjalan lancar.
“Kami keluarga besar Kodam VI/Mulawarman mengucapkan turut bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhumah. Semoga diberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Jumat, 26/06/2026
Sejumlah peserta perempuan program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti rangkaian Pendidikan Dasar Militer (Diklatsarmil) di Dokdikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.(Pendam).
TERPOPULER