Rabu, 01/07/2026
Rabu, 01/07/2026
Ilustrasi. (Dok. Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)
Rabu, 01/07/2026

Ilustrasi. (Dok. Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui jalur prestasi dipastikan berjalan sangat transparan dan akuntabel.
Seluruh proses seleksi, mulai dari pendaftaran hingga penilaian poin, dilakukan secara otomatis oleh sistem aplikasi online yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan Dinas Pendidikan. Pihak sekolah menegaskan tidak memiliki wewenang untuk mengubah atau mengintervensi hasil peringkat calon siswa.
Penegasan ini disampaikan oleh Kepala SMPN 1 Tenggarong, Imam Huzaeni terkait pelaksanaan seleksi jalur prestasi kuota 30 persen yang kini telah resmi diumumkan. Ia mengatakan sekolah hanya berfungsi sebagai verifikator berkas yang diunggah oleh para pendaftar ke dalam sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Sistem online secara otomatis mengakumulasikan nilai calon siswa berdasarkan beberapa komponen objektif seperti rata-rata nilai rapor selama lima semester terakhir, penilaian dari Tes Kemampuan Akademik, selanjutnya tambahan poin dari prestasi akademik maupun non-akademik di luar sekolah.
"Poin berbeda secara berjenjang untuk tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Semakin banyak sertifikat yang valid, semakin tinggi pelua kelulusan karena sistem langsung melakukan perankingan otomatis," kata Imam, Rabu (1/7/2026).
Terkait kekhawatiran orangtua mengenai pencabutan berkas bagi pelajar yang tidak lolos jalur prestasi, pihak sekolah memberikan klarifikasi, pelajar yang dinyatakan tidak diterima di jalur prestasi tidak perlu menarik berkas fisik atau digital mereka.
Calon siswa bisa langsung mendaftar ke jalur domisili (zonasi) yang dibuka mulai pada 1 hingga 3 Juli 2026 menggunakan berkas baru sesuai wilayah tempat tinggalnya.
Selama masa pendaftaran panitia sekolah aktif menghubungi orangtua via telepon atau WhatsApp jika ditemukan kesalahan unggah berkas. "Contohnya seperti, kalau ada sertifikat nasional terunggah di kolom provinsi itu langsung bisa segera diperbaiki dan pihak sekolah juga langsung menghubungi para orang tua peserta," papar Imam.
Orangtua diminta untuk memercayai sistem yang ada karena proses ini dijamin bersih dari praktik manipulasi. Sekolah siap bertindak sebagai fasilitator dan memberikan arahan langsung jika ada orangtua yang mengalami kesulitan teknis saat melakukan pendaftaran online.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 01/07/2026
Ilustrasi. (Dok. Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)
TERPOPULER