Senin, 13/07/2026
Senin, 13/07/2026
Lahan pertanian yang siap di garap di wilayah Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar). (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
Senin, 13/07/2026

Lahan pertanian yang siap di garap di wilayah Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar). (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memacu keterlibatan generasi muda untuk memodernisasi sektor pertanian.
Langkah strategis ini diambil guna mempercepat regenerasi petani sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan daerah.
Geliat anak muda di sektor ini menunjukkan tren yang sangat positif. Saat ini, tercatat sebanyak 4.587 petani milenial telah tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kukar.
“Petani milenial kita terdata ada 4.587 orang. Sektornya bervariasi, mulai dari pertanian padi sawah, hortikultura, hingga peternakan,” ujar Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Rifani, Senin (13/7/2026).
Rifani menilai, era pertanian modern kini sepenuhnya mengandalkan teknologi alat dan mesin pertanian (alsintan) yang jauh lebih efisien. Hal ini mematahkan citra lama pertanian yang identik dengan kerja fisik yang berat.
“Menjalankan pertanian saat ini tidak sulit. Fasilitas sudah canggih, alsintan untuk mempermudah petani dalam mengelola lahan mereka,” ucapnya.
Distanak Kukar juga optimis bisnis pangan adalah ladang investasi yang menjanjikan. Komoditas pangan dipastikan akan selalu dicari oleh masyarakat setiap harinya.
Kesadaran akan vitalnya peran pemuda dalam menjaga pasokan pangan global agar tetap terjangkau kini mulai tumbuh di kalangan generasi muda lokal.
“Tanpa adanya keterlibatan generasi muda kita di Kukar untuk melanjutkan estafet pertanian, masyarakat diprediksi akan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok harian,” ujarnya.
Selain itu, minimnya produksi lokal juga berisiko memicu lonjakan harga pangan yang sangat mahal di pasar.
Bagi para pelaku tani muda di lapangan, gengsi sama sekali tidak berlaku di dunia pertanian modern. Bisnis ini terbukti mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah yang menjanjikan, meskipun mereka tidak menampik adanya risiko kerja yang harus dihadapi.
“Tantangan terbesar yang sering mereka ditemui di lapangan adalah serangan hama yang bisa memicu gagal panen,” ungkapnya.
Ia optimis, para petani millenial dapat mengatasi risiko tersebut. Hal itu justru menjadi stimulus bagi para petani milenial Kukar untuk terus belajar, beradaptasi, dan melahirkan inovasi baru demi menjaga keberlanjutan pangan daerah.
“Kami juga selalu mensupport dan mendengar keluhan para petani di Kukar. Kita juga berharap akan banyak lagi petani muda bermunculan,” harapnya.
Editor: Erwin
Senin, 13/07/2026
Lahan pertanian yang siap di garap di wilayah Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar). (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
TERPOPULER