Kamis, 02/07/2026
Kamis, 02/07/2026
Jembatan Achmad Amino bakal dipasangi CCTV sebagai pengamanan terhadap aksi pencurian kabel yang membuat lampu penerangan menjadi padam. (Ayu/Korankaltim.com)
Kamis, 02/07/2026

Jembatan Achmad Amino bakal dipasangi CCTV sebagai pengamanan terhadap aksi pencurian kabel yang membuat lampu penerangan menjadi padam. (Ayu/Korankaltim.com)
Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan empat unit kamera pengawas (closed-circuit television/CCTV) di Jembatan Achmad Amins sebagai upaya memperketat pengawasan dan mencegah kembali terjadinya pencurian kabel penerangan.
Langkah ini diambil menyusul berulangnya aksi pencurian kabel yang mengakibatkan lampu penerangan padam, sehingga mengganggu kenyamanan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda Suparmin mengatakan, pemerintah telah membagi tugas antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat pemulihan sekaligus memperkuat sistem pengamanan aset.
“Dishub sudah siap mengeksekusi penggantian kabel sehingga lampu bisa terang kembali. Untuk pengamanan aset, Diskominfo diperintahkan memasang CCTV,” kata Suparmin, Kamis (2/7/2026).
Sebanyak empat unit CCTV baru tersebut akan dipasang di sejumlah titik strategis yang mengarah ke akses keluar-masuk kawasan Jembatan Achmad Amins. Seluruh perangkat ini ditargetkan mulai terpasang pada akhir Juli dan dapat dioperasikan penuh sekitar Agustus 2026.
Suparmin menjelaskan, proses instalasi relatif mudah dilakukan karena sistem Video Management System (VMS) sudah terintegrasi dengan server milik Diskominfo, ditambah lagi jaringan serat optik di sekitar lokasi telah tersedia.
“Begitu pekerjaan Dishub selesai, kami langsung masuk untuk pemasangan. Infrastruktur pendukungnya sudah ada sehingga prosesnya tidak membutuhkan waktu lama,” katanya.
Selama ini, kamera pengawas hanya terpasang di area yang dinilai belum mampu merekam aktivitas mencurigakan dari akses lain. Posisi perangkat terlalu jauh juga menyulitkan petugas untuk mengidentifikasi wajah para pelaku.
Oleh karena itu, empat kamera tambahan tersebut akan ditempatkan lebih dekat ke pintu masuk kawasan jembatan agar setiap pergerakan dapat dipantau secara lebih efektif.
Ke depan, Diskominfo juga menyiapkan pengembangan sistem peringatan dini. Melalui mekanisme digital tersebut, petugas yang berjaga nantinya dapat menerima notifikasi otomatis apabila sistem mendeteksi aktivitas janggal di sekitar area aset publik.
Kamera itu nantinya akan dipasang pada posisi yang lebih tinggi agar tidak mudah dijangkau maupun dirusak oleh pelaku vandalisme.
“Kalau ada orang yang mencurigakan di sekitar lokasi, petugas bisa segera mengetahui dan melakukan langkah antisipasi,” pungkasnya.
Sebelumnya, Dishub Samarinda bakal mengalokasikan anggaran sekitar Rp900 juta melalui skema pergeseran anggaran untuk merevitalisasi penerangan Jembatan Achmad Amins setelah jaringan kabel dicuri.
Aksi kriminal tersebut menyebabkan kerugian daerah sekitar Rp360 juta dan membuat sebagian besar lampu di jembatan padam.
Editor: Erwin
Kamis, 02/07/2026
Jembatan Achmad Amino bakal dipasangi CCTV sebagai pengamanan terhadap aksi pencurian kabel yang membuat lampu penerangan menjadi padam. (Ayu/Korankaltim.com)
TERPOPULER