Jumat, 03/07/2026
Jumat, 03/07/2026
Insiden Kebakaran di Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman. (Dok. Tangkapan Layar/Facebook)
Jumat, 03/07/2026

Insiden Kebakaran di Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman. (Dok. Tangkapan Layar/Facebook)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Kebakaran yang melanda pemukiman di Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kamis (2/7/2026) tengah malam tadi sekitar pukul 23.30 WITA menyisakan pilu mendalam.
Upaya bantuan pemadaman (backup) dari armada utama Pemadam Kebakaran dipastikan lumpuh total akibat kendala geografis. Jarak yang sangat jauh serta kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah menjadi dinding penghalang utama bagi armada penyelamat untuk tiba tepat waktu. Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan warga yang mayoritas bermaterialkan kayu.
Berdasarkan laporan di lapangan, api menghanguskan 10 pintu satu bangunan mes perusahaan, api pertama kali terlihat dari salah satu ruang kamar dan langsung meluas akibat hembusan angin yang kencang. Dalam waktu singkat, sekitar 20 menit, api sudah meratakan bangunan yang menjadi sasaran amukannya.
Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Pos Sektor Muara Kaman Muhammad Riski mengatakan, faktor geografis dan hancurnya akses jalan poros menuju Desa Puan Cepak menjadi kendala paling fatal dalam penanggulangan bencana ini. Truk tangki pemadam berskala besar milik Damkar tidak mampu menembus jalur yang dipenuhi lubang dalam dan kubangan lumpur.
Akibat keterlambatan total pemadam dari luar, penanganan awal sepenuhnya bertumpu pada warga lokal. "Penanganan kebakaran dibantu warga sekitar dengan alat seadanya, kalau kami berangkat ke lokasi itu bisa memakan waktu 4 sampai 5 jam perjalanan karenan akses jalan rusak," kata Muhammad Riski, Jumat, (3/7/2026).
Sementara Elsa, warga sekitar mengungkapkan, armada pemadam berukuran besar dari arah utara baru tiba di lokasi setelah api mulai bisa dikendalikan. "Pemadamnya telat datang. Awalnya ada dua mobil pemadam kecil dari arah utara, tapi setelah api mulai padam baru datang lagi mobil yang besar. Telat datangnya, bangunan sudah habis terbakar baru datang," ungkap Elsa.
Musiban ini menghanguskan satu deretan mes karyawan pabrik yang terdiri dari 10 pintu kamar. Beruntung, tidak ada korban jiwa karena seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri. Meski demikian kerugian materiil dipastikan mencapai ratusan juta rupiah. Selain bangunan yang rata dengan tanah, sejumlah harta benda berharga milik karyawan ikut hangus terbakar. "Ada uang warga sekitar Rp30 Juta, satu unit mobil Honda Brio dan satu unit sepeda motor tak sempat diselamatkan hangus menjadi abu," ujar Elsa.
Dugaan awal kebakaran saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Muara Kaman. Indikasi awal dari keterangan saksi-saksi di lapangan mengarah pada korsleting arus pendek listrik yang dipicu oleh masalah pada kabel instalasi bangunan.
Musibah ini menjadi tamparan keras terkait urgensi pemerataan infrastruktur di wilayah hulu Kukar. Warga Desa Puan Cepak mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar untuk segera memprioritaskan perbaikan total jalan poros kecamatan. Akses jalan yang mulus dinilai menjadi penentu hidup dan mati warga.
"Infrastruktur jalan yang layak bukan hanya demi perputaran ekonomi, tetapi juga sebagai faktor krusial penentu keselamatan dalam merespons situasi kedaruratan seperti bencana kebakaran ini. Kami berharap ke depan pos dan armada pemadam kebakaran dapat disiagakan lebih dekat agar respons penanganan bencana bisa berjalan lebih cepat dan tanggap," tutupnya.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 03/07/2026
Insiden Kebakaran di Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman. (Dok. Tangkapan Layar/Facebook)
TERPOPULER