Jumat, 03/07/2026

Ada yang Mengajar Diluar Bidang jadi Strategi SMPN 1 Penajam Atasi Krisis Guru

Jumat, 03/07/2026

Sekolah SMPN 1 Penajam, yang berlokasi di Jl. Propinsi Km 1, Penajam, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, Kalimantan Timur. (Dinda/korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Ada yang Mengajar Diluar Bidang jadi Strategi SMPN 1 Penajam Atasi Krisis Guru

Jumat, 03/07/2026

logo

Sekolah SMPN 1 Penajam, yang berlokasi di Jl. Propinsi Km 1, Penajam, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, Kalimantan Timur. (Dinda/korankaltim.com)

Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani

KORANKALTIM.COM, PENAJAM - Krisis tenaga pendidik di Penajam Paser Utara (PPU), turut berdampak pada sekolah SMPN 1 Penajam yang memaksa sekolah menerapkan strategi khusus agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Kekosongan guru pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN) serta Seni Budaya diatasi dengan menugaskan guru dari bidang studi lain.

Kepala SMPN 1 Penajam, Budi Lestarianto, mengatakan sekolah saat ini kekurangan masing-masing satu guru untuk mata pelajaran PKN dan Seni Budaya. Kondisi tersebut membuat sekolah harus mengoptimalkan tenaga pendidik yang tersedia.

"Untuk guru PKN, kebetulan masih bisa di-handle dengan guru IPS. Terus kemudian untuk Seni, kebetulan di-handle juga sama guru Agama Katolik," ujar Budi, Jumat (3/6/2026).

Penugasan guru Agama Katolik dilakukan karena memiliki kemampuan mengajar seni suara, sehingga pembelajaran Seni Budaya tetap dapat berlangsung. Sementara itu, guru IPS dinilai masih memiliki kompetensi untuk menangani mata pelajaran PKN.

Beban mengajar para guru masih berada dalam batas maksimal, yakni 30 jam pelajaran per pekan, sehingga pengalihan tugas tersebut masih memungkinkan dilakukan tanpa mengganggu proses pembelajaran.

Kebutuhan tambahan guru telah diusulkan setiap tahun kepada Dinas Pendidikan. Namun hingga kini sekolah belum memperoleh tambahan tenaga pendidik. Di sisi lain, sekolah juga tidak lagi diperbolehkan merekrut guru honorer secara mandiri karena kewenangannya berada di tangan Dinas Pendidikan.

"Untuk saat ini kan tidak diperkenankan mengangkat guru honorer. Dan apalagi guru honorer itu sekarang ditangani oleh Dinas Pendidikan, sekolah sendiri tidak boleh mengangkat," sebut Budi lagi.

Selain menghadapi kekurangan guru saat ini, SMPN 1 Penajam juga diproyeksikan akan kehilangan satu guru Bahasa Inggris yang memasuki masa pensiun pada tahun depan. Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin menambah kebutuhan tenaga pendidik di sekolah itu.

Ditengah keterbatasan tersebut, sekolah memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan sambil menunggu penempatan guru baru dari pemerintah.


Editor : Aspian Nur

Ada yang Mengajar Diluar Bidang jadi Strategi SMPN 1 Penajam Atasi Krisis Guru

Jumat, 03/07/2026

Sekolah SMPN 1 Penajam, yang berlokasi di Jl. Propinsi Km 1, Penajam, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, Kalimantan Timur. (Dinda/korankaltim.com)

Share

Berita Terkait