Kamis, 25/06/2026
Kamis, 25/06/2026
Sensus Ekonomi 2026 yang mulai berlangsung diharapkan bisa mendapatkan data riil di lapangan tak hanya dari rumah tangga tapi juga pelaku usaha. (Foto: IlustrasiAI)
Kamis, 25/06/2026

Sensus Ekonomi 2026 yang mulai berlangsung diharapkan bisa mendapatkan data riil di lapangan tak hanya dari rumah tangga tapi juga pelaku usaha. (Foto: IlustrasiAI)
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda mengimbau para pelaku usaha dan masyarakat untuk memberikan data yang akurat saat pelaksanaan Sensus Ekonomi.
Kejujuran responden dinilai menjadi faktor penting dalam menghasilkan data yang berkualitas untuk mendukung penyusunan kebijakan pemerintah.
Kepala BPS Samarinda Supriyanto menjelaskan, informasi yang dikumpulkan melalui Sensus Ekonomi akan menjadi dasar pemerintah dalam memahami kondisi riil dunia usaha dan perekonomian masyarakat saat ini.
Petugas sensus akan menggali berbagai informasi terkait usaha yang dijalankan masyarakat, mulai dari modal usaha, omzet, hingga berbagai pengeluaran operasional yang dikeluarkan setiap bulan.
“Pelaku usaha diharapkan dapat menyampaikan kondisi usahanya secara terbuka. Misalnya terkait modal yang dimiliki, pendapatan usaha, hingga biaya-biaya yang dikeluarkan seperti listrik, air, bahan baku, maupun kebutuhan operasional lainnya,” kata Supriyanto kepada Korankaltim.com Kamis (25/6/2026).
Tak hanya usaha, Sensus Ekonomi juga akan memotret kondisi rumah tangga. Data yang dikumpulkan meliputi pendapatan keluarga serta berbagai pengeluaran rutin untuk kebutuhan sehari-hari.
Informasi tersebut diperlukan untuk melihat gambaran keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran masyarakat. Dengan begitu, pemerintah dapat memperoleh data yang lebih akurat mengenai kondisi ekonomi warga.
“Kalau data yang disampaikan sesuai dengan kondisi sebenarnya, pemerintah bisa menyusun program dan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Karena itu kami berharap masyarakat tidak ragu memberikan informasi yang benar kepada petugas,” ujar Supriyanto lagi.
Hasil sensus nantinya akan menjadi salah satu rujukan penting dalam perencanaan pembangunan ekonomi, termasuk penyusunan berbagai program yang menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui data yang lengkap dan valid, pemerintah diharapkan dapat memahami kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha secara lebih baik, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kondisi yang terjadi di lapangan.
Editor: Aspian Nur
Kamis, 25/06/2026
Sensus Ekonomi 2026 yang mulai berlangsung diharapkan bisa mendapatkan data riil di lapangan tak hanya dari rumah tangga tapi juga pelaku usaha. (Foto: IlustrasiAI)
TERPOPULER