Rabu, 24/06/2026
Rabu, 24/06/2026
Kondisi terkini tanah longsor di RT 18 Bukit Biru. (Foto: Heri/Korankaltim.com)
Rabu, 24/06/2026

Kondisi terkini tanah longsor di RT 18 Bukit Biru. (Foto: Heri/Korankaltim.com)
Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Ancaman tanah longsor kembali menghantui warga RT 18 Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Ada tiga rumah mengalami dampak langsung dan kondisinya terancam akibat pergerakan tanah yang terus terjadi di kawasan tersebut.
Rumah yang terdampak langsung diketahui milik Sarno Edi, Dwi, dan Hadi Kusumonyomo. Kondisi paling parah dialami kediaman Sarno Edi yang berada tepat di titik longsoran. Material tanah yang terus bergerak bahkan telah menjalar hingga mengancam rumah warga lainnya disekitarnya.
Ketua RT 18 Hadi Kusumonyomo yang rumahnya terdampak mengungkapkan persoalan longsor di wilayahnya bukanlah kejadian baru. Retakan dan pergerakan tanah sudah berlangsung kurang lebih tiga tahun terakhir dan semakin mengkhawatirkan ketika curah hujan tinggi melanda kawasan tersebut.
“Longsor ini sudah terjadi sekitar tiga tahun. Kalau musim hujan seperti sekarang tentu sangat rawan. Yang paling parah terjadi di rumah Pak Sarno, kemudian longsorannya bergerak hingga mengenai rumah saya dan mengancam rumah-rumah lainnya,” kata Hadi kepada Korankaltim.com, Rabu (24/6/2026).
Solusi permanen yang dibutuhkan saat ini adalah pembangunan turap atau dinding penahan tanah berbahan beton agar pergerakan tanah dapat dihentikan dan kawasan permukiman kembali aman untuk dihuni.
Menurutnya, pemerintah melalui pihak kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara sebenarnya telah beberapa kali meninjau lokasi. Namun hingga kini belum ada penanganan fisik yang dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.
“Kami sudah beberapa kali didatangi pihak kecamatan dan BPBD. Mereka juga melihat langsung kondisi di lapangan, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi karena terkendala anggaran,” ungkapnya.
Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, warga akhirnya memutuskan untuk tidak hanya menunggu bantuan pemerintah. Melalui musyawarah bersama, mereka setempat bergotong royong melakukan penanganan darurat secara swadaya menggunakan alat berat excavator.
Pekerjaan penanganan sementara tersebut dilakukan selama kurang lebih 38 jam untuk mengurangi risiko longsor susulan dan melindungi rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi.
Langkah swadaya yang dilakukan warga mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kutai Kartanegara Daerah Pemilihan (Dapil) I Tenggarong, Desman Minang Endianto. Politisi yang telah meninjau langsung lokasi longsor itu menyatakan keprihatinannya atas kondisi yang dihadapi masyarakat.
Desman menilai persoalan longsor di Bukit Biru harus segera mendapatkan perhatian serius karena menyangkut keselamatan warga dan keberlangsungan tempat tinggal mereka.
“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Saya sudah melihat langsung lokasi longsor dan memang diperlukan penanganan permanen berupa turap atau penguatan tebing agar tidak terjadi longsor susulan yang lebih besar,” ujar Desman.
Politikus PKB ini mengapresiasi semangat gotong royong warga yang berinisiatif melakukan penanganan darurat secara mandiri. Menurutnya, kepedulian masyarakat tersebut menunjukkan kuatnya solidaritas sosial di tengah keterbatasan yang ada.
“Saya sangat mengapresiasi kekompakan warga yang bergerak secara swadaya untuk mengurangi risiko bencana. Namun penanganan jangka panjang tetap harus menjadi tanggung jawab bersama, terutama melalui dukungan pemerintah dan OPD terkait,” ucap Desman.
Desman menegaskan dirinya siap mengawal aspirasi masyarakat Bukit Biru dan menyuarakan kebutuhan penanganan longsor tersebut kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar dapat masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah.
Warga berharap pemerintah dapat segera merealisasikan pembangunan turap permanen sehingga ancaman longsor yang selama bertahun-tahun menghantui kawasan tersebut dapat teratasi. Dengan penanganan yang tepat, keselamatan masyarakat dapat terjamin dan aktivitas warga kembali berjalan dengan aman dan nyaman.
“Saya akan terus mengawal persoalan ini dan berkoordinasi dengan instansi terkait agar segera ada langkah konkret. Jangan sampai menunggu korban atau kerusakan yang lebih besar baru dilakukan penanganan,” tegas Desman.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 24/06/2026
Kondisi terkini tanah longsor di RT 18 Bukit Biru. (Foto: Heri/Korankaltim.com)
TERPOPULER