Rabu, 24/06/2026

Hujan Debu di Balikpapan, DPRD Bakal Panggil Pertamina dan DLH

Rabu, 24/06/2026

Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri. (Foto: La Eko/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Hujan Debu di Balikpapan, DPRD Bakal Panggil Pertamina dan DLH

Rabu, 24/06/2026

logo

Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri. (Foto: La Eko/Korankaltim.com)

Penulis: La Eko

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Beberapa waktu terakhir, warga yang bermukim di Balikpapan Tengah, Balikpapan Barat dan Balikpapan Utara di Kota Balikpapan mengeluhkan terjadinya fenomena yang tak biasa yaitu hujan debu.

Sebaran partikel kecil itu mengotori rumah, halaman hingga kendaraan pada Selasa (23/6/2026) kemarin dan ramai diperbincangkan di media sosial dan grup percakapan warga.

Terkait hal itu, DPRD Kota Balikpapan bakal memanggil PT Pertamina dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) apabila fenomena hujan debu yang dikeluhkan warga terus terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Ketua DPRD Kota Balikpapan Alwi Al Qadri mengatakan, mereka masih memantau perkembangan situasi untuk memastikan apakah kejadian tersebut hanya bersifat sementara atau terjadi secara berulang.

Menurut Alwi, apabila hujan debu kembali terjadi dan berdampak langsung kepada masyarakat, DPRD akan segera menggelar rapat dengar pendapat (RDP) untuk mencari tahu sumber penyebabnya.

"Kami harus mengetahui debu ini berasal dari mana. Kalau memang terus terjadi dan dirasakan masyarakat tentu menjadi perhatian serius karena dapat mengganggu kesehatan terutama pernapasan," kata Alwi Rabu (24/6/2026).

Dari informasi yang berkembang di masyarakat, debu tersebut diduga berasal dari aktivitas PT Pertamina, namun DPRD tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum dilakukan kajian dan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami harus tahu sumbernya dari apa. Kalau memang dari Pertamina, apakah berasal dari proses pembakaran, aktivitas pabrik, atau faktor lainnya. Itu yang harus dipastikan terlebih dahulu," ujar Alwi lagi.

Fenomena tersebut tidak hanya berpotensi mengganggu kesehatan warga, tetapi juga berdampak terhadap kenyamanan dan kebersihan lingkungan. Debu yang menempel di rumah-rumah warga menjadi keluhan yang banyak disampaikan warga.

DPRD masih memberikan waktu untuk melihat perkembangan kondisi di lapangan. Jika dalam satu hingga dua hari ke depan hujan debu tidak kembali terjadi peristiwa tersebut kemungkinan hanya bersifat insidental

"Kalau ternyata hanya terjadi kemarin dan tidak berulang lagi, mungkin bisa dianggap sebagai kejadian sesaat. Tetapi kalau berkelanjutan, tentu akan menjadi perhatian khusus dan wajib kita tindak lanjuti," tegasnya.

Terkait pernyataan Pertamina yang menyebut kondisi tersebut masih dalam batas aman dan tidak berbahaya, DPRD akan menilai berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan. Kalau keluhan warga terus bermunculan, termasuk adanya warga yang mengalami gangguan kesehatan seperti tenggorokan gatal setelah menghirup debu, DLH akan diminta melakukan pemeriksaan.

"Kalau masih terjadi lagi, kami akan memanggil Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pengecekan dan meminta penjelasan langsung dari Pertamina. Yang terpenting adalah memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga," sebut Alwi.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan Alwiati menyatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai dampak langsung yang ditimbulkan oleh fenomena hujan debu tersebut.

Dinkes akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan, termasuk menindaklanjuti klaim Pertamina yang menyebut debu tersebut tidak berbahaya.

"Kalau ada klaim seperti itu, tentu kami harus turun dan melihat perkembangannya. Kami akan memantau angka ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut ) di puskesmas, apakah ada peningkatan yang signifikan setelah adanya debu tersebut," jelas Alwiati.

Kasus ISPA di Balikpapan selama ini memang tergolong cukup tinggi. Namun pemeriksaan sampel debu maupun partikel yang diduga berasal dari operasional kilang Pertamina merupakan kewenangan DLH. "Kalau pemeriksaan sampel debu itu ranahnya Dinas Lingkungan Hidup, bukan Dinas Kesehatan," paparnya.

Di tengah kondisi cuaca panas dan keluhan warga terkait tenggorokan gatal akibat debu, Alwiati mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama di wilayah yang terdampak debu. Selain itu, perbanyak minum air putih untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan," ucap Alwiati.

Untuk  orangtua yang memiliki anak kecil, Alwiati juga menyarankan agar aktivitas anak di luar rumah dibatasi apabila tidak ada keperluan mendesak. "Untuk anak-anak, sebaiknya batasi aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak atau terlalu penting," tutupnya.

Editor: Aspian Nur

Hujan Debu di Balikpapan, DPRD Bakal Panggil Pertamina dan DLH

Rabu, 24/06/2026

Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri. (Foto: La Eko/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait