Kamis, 18/06/2026

Aksi Berakhir Kondusif, GERAM Tegaskan Akan Kembali Turun ke Jalan

Kamis, 18/06/2026

Massa aksi yang tergabung dalam Geram membubarkan diri di pukul 20.24 WITA dengan tertib. (Foto: Adnan Abdul/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Aksi Berakhir Kondusif, GERAM Tegaskan Akan Kembali Turun ke Jalan

Kamis, 18/06/2026

logo

Massa aksi yang tergabung dalam Geram membubarkan diri di pukul 20.24 WITA dengan tertib. (Foto: Adnan Abdul/Korankaltim.com)

Penulis: Adnan Abdul 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Simpang Tiga Hotel Harris, tepat di depan Jembatan Mahakam I, Kamis (18/6/2026).

Aksi yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu diikuti sekitar 400 hingga 500 peserta dari berbagai elemen mahasiswa di Samarinda.

Massa mulai memadati lokasi sejak sore hari dan secara bergantian menyampaikan orasi serta tuntutan kepada pemerintah pusat maupun daerah. Meski sempat terjadi ketegangan antara massa aksi dan aparat keamanan, kegiatan berlangsung relatif kondusif hingga berakhir pada malam hari.

Humas Aksi GERAM, Maulana Faiq Maftuh, mengatakan aksi tersebut mengusung tema “Indonesia Darurat, Kaltim Sekarat” yang kemudian diterjemahkan ke dalam lima poin tuntutan.

“Pertama, kami mendesak pemerintah untuk segera menurunkan harga BBM dan bahan pokok. Kedua, kami mengecam tindakan represif aparat dan mendesak penghentian represi terhadap masyarakat serta mengembalikan militerisme ke dalam barak, bukan ke ruang sipil,” ujar Maulana.

Selain itu, GERAM juga mendesak evaluasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penghentian program Koperasi Merah Putih yang dinilai belum memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Yang ketiga, kami ingin evaluasi Program Makan Bergizi Gratis dilaksanakan dan menghentikan Koperasi Merah Putih yang sampai hari ini kami nilai belum menunjukkan nilai-nilai positif yang berjalan,” katanya.

Tuntutan berikutnya menyasar persoalan penggunaan anggaran negara. Massa menilai masih banyak terjadi pemborosan anggaran baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Kami menganggap banyak sekali pemborosan anggaran yang dilakukan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Maka kami mendesak adanya penghentian pemborosan APBN dan APBD,” tegasnya.

Sementara tuntutan terakhir yang dianggap paling mendesak adalah percepatan proses hak angket agar segera dibawa ke rapat paripurna.

“Yang terakhir yang kami rasakan darurat adalah jangan tunda hak angket dan segera diparipurnakan,” ucap Maulana.

Terkait pemilihan lokasi aksi di depan Jembatan Mahakam I, Maulana menyebut hal itu merupakan bentuk kekecewaan terhadap para pemangku kebijakan.

“Kami memilih di sini karena sudah tidak percaya lagi kepada anggota dewan di DPRD maupun kepala daerah di pemerintah provinsi. Ini bentuk kekecewaan kami sehingga memilih menyampaikan aspirasi di kawasan Simpang Tiga Hotel Harris dan Jembatan Mahakam I,” katanya.

Ia juga mengakui sempat terjadi gesekan kecil dengan aparat saat pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi aksi.

“Tadi sempat ada sedikit gesekan karena polisi mengarahkan pengguna jalan ke sisi kanan, sementara massa aksi berada di sisi yang sama. Namun situasi dapat dikendalikan dan aksi tetap berjalan sebagaimana mestinya,” jelasnya.

Menurut Maulana, seluruh tuntutan yang disampaikan belum mendapatkan respons yang diharapkan. Karena itu, GERAM memastikan akan terus mengawal isu-isu yang mereka suarakan.

“Belum. Kami rasa poin-poin utama yang hari ini kami suarakan akan terus kami gaungkan, insya Allah bakal ada aksi lanjutan yang akan kami lakukan,” bebermya.

Setelah seluruh rangkaian aksi selesai, massa secara bertahap meninggalkan lokasi dengan pengawalan aparat keamanan. Meskipun sempat terjadi ketegangan kecil selama aksi berlangsung, situasi secara umum tetap terkendali tanpa adanya insiden menonjol.

Pada pukul 20.24 WITA, seluruh peserta aksi yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat resmi membubarkan diri dengan tertib, aman, dan kondusif. Arus lalu lintas yang sebelumnya mengalami perlambatan di sekitar Jembatan Mahakam I pun berangsur kembali normal.

Editor: Erwin

Aksi Berakhir Kondusif, GERAM Tegaskan Akan Kembali Turun ke Jalan

Kamis, 18/06/2026

Massa aksi yang tergabung dalam Geram membubarkan diri di pukul 20.24 WITA dengan tertib. (Foto: Adnan Abdul/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait